Suasana di dalam mobil itu begitu sunyi, hanya deru mesin dan suara jalanan yang terdengar samar. Malam sudah larut dan kegelapan di luar jendela hanya diterangi lampu-lampu jalan yang berkelebat saat kendaraan melaju. Di kursi belakang, Jay dan Anna duduk berdampingan.
Jay menggenggam tangan Anna dengan erat, seperti seseorang yang takut kehilangan sesuatu yang berharga. Namun, genggamannya terasa lebih seperti cengkeraman, keras, tegang, penuh dengan emosi yang sulit dijelaskan. Tatapan Jay tertuju ke luar jendela, memandangi gelapnya malam, seolah mencari jawaban yang tidak pernah datang.
Anna menoleh ke arah Jay, memperhatikan wajahnya yang kaku. Ia tidak tahu apa yang sedang Jay pikirkan, tetapi pria itu tampak seperti seseorang yang berada di ujung tali. Mata Anna kemudian jatuh pada tangan mereka yang masih tergenggam. Jemarinya terasa kecil di antara genggaman Jay yang kuat. Ia merasakan denyut kecil di sana, entah miliknya atau milik Jay, ia tidak tahu.
Dengan perlahan, tangan Anna yang bebas bergerak ia letakkan di atas lengan Jay, mengusapnya dengan lembut. Sentuhannya membuat Jay langsung menoleh, matanya bertemu dengan milik Anna. Sekilas, ada keterkejutan di sana, seperti Jay tidak menyangka Anna akan melakukan hal itu.
Anna tidak berkata apa-apa. Ia hanya menatap Jay sebentar, lalu mendekatkan tubuhnya ke arah pria itu. Tanpa bicara, ia menyandarkan kepalanya di bahu Jay, membiarkan kehangatan tubuh pria itu menyelimuti rasa dingin yang ia rasakan sejak tadi.
Jay menegang sesaat, merasa bingung dengan tindakan Anna. Namun, perlahan, tubuhnya rileks. Ia memiringkan kepala sedikit, melihat Anna yang memejamkan matanya. Saat itu, ia merasakan sesuatu yang hangat merembes melalui bahunya.
Air mata.
Jay menunduk, menyadari bahwa Anna menangis. Ia tidak tahu apa yang membuat gadis itu menangis, apakah itu kesedihan, ketakutan, atau perasaan putus asa yang terus menghantuinya. Namun, rasa itu seolah menular ke dirinya. Hatinya terasa berat, seperti ada sesuatu yang menekan dadanya.
"Anna..." Jay memanggil namanya pelan, hampir seperti bisikan.
Anna tidak menjawab, hanya memejamkan matanya lebih erat. Air matanya terus mengalir, membasahi bahu Jay.
"Aku tahu ini sulit" lanjut Jay, suaranya serak. Ia mencoba menjaga nada tenangnya, tetapi getaran kecil dalam suaranya tidak bisa ia sembunyikan. "Aku tahu kau tidak pernah ingin berada di sini. Tidak ingin bersamaku"
Anna menggenggam lengan Jay lebih erat, tetapi tetap tidak berkata apa-apa.
Jay menarik napas panjang, mencoba menahan emosinya sendiri. "Tapi... aku hanya ingin kau tahu bahwa aku akan melakukan segalanya untuk membuatmu merasa aman. Apa pun itu"
Perkataan Jay membuat Anna semakin tersentuh. Tubuhnya gemetar kecil dan ia akhirnya membuka suara, meskipun suaranya hampir tidak terdengar. "Jay..."
Jay menoleh sedikit, mencoba melihat wajah Anna. "Ya?"
Anna menarik napas dalam-dalam, mencoba mengendalikan tangisannya. "Aku lelah... Aku sangat lelah..."
Jay terdiam, hatinya terasa seperti ditusuk. Ia ingin menjawab, ingin mengatakan sesuatu untuk meredakan rasa sakit Anna, tetapi ia tidak tahu harus berkata apa.
"Aku hanya ingin... berhenti merasa seperti ini" lanjut Anna, suaranya semakin pelan. "Aku hanya ingin merasa bebas... dan bahagia lagi. Apa itu terlalu banyak?"
Jay menutup matanya sesaat, mencoba menahan rasa bersalah yang terus menghantui pikirannya. "Kau akan bahagia lagi, Anna" ia berkata pelan, suaranya dipenuhi dengan keyakinan yang ia paksakan. "Aku akan memastikan itu"
"Tapi bagaimana, Jay?" Anna membuka matanya, menatap Jay dengan pandangan penuh air mata. "Bagaimana aku bisa percaya... kalau kebahagiaan itu benar-benar ada untukku?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Master ft Jay Park of Enhypen [COMPLETED]
Fanfiction(END) Anna, seorang gadis muda yang hidup dalam keterbatasan di kota, menjalani hari-harinya dengan penuh perjuangan demi adik laki-lakinya, Niki. Tanpa orangtua, Anna tumbuh menjadi sosok mandiri yang tangguh, menyimpan luka dan kelelahan dalam dia...
![Master ft Jay Park of Enhypen [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/344420486-64-k976238.jpg)