Jay menatap ponselnya yang diletakkan di meja, memutar ulang dalam pikirannya setiap detail yang baru saja anak buahnya sampaikan. Berita tentang kehamilan Anna seharusnya memberinya keuntungan, sebuah senjata untuk memastikan dia tetap dalam kendalinya. Namun, ada sesuatu yang lain yang terus menghantui pikirannya, upaya Anna untuk mengakhiri hidupnya.
Dia duduk di kursinya dengan gerakan lambat, matanya kosong, menatap ke sudut ruangan seolah mencari jawaban di sana. Biasanya, Jay bisa dengan mudah memandang enteng apa pun. Masalah orang lain bukanlah urusannya, bahkan jika orang itu adalah Anna. Tetapi kali ini, ada sesuatu yang berbeda. Pikiran bahwa Anna merasa begitu putus asa hingga mencoba menghilangkan nyawanya sendiri membuatnya terhenti.
Jay menghela napas panjang, tangannya terangkat untuk menyentuh pelipisnya yang terasa berdenyut. Ia mencoba memproses apa yang sedang terjadi. Kehamilan Anna saja sudah cukup untuk membuat pikirannya berputar, tetapi tindakan nekat itu membuat segalanya terasa lebih berat. Dia mulai bertanya-tanya apakah semua ini bisa sepenuhnya ia kendalikan seperti biasanya.
"Kenapa dia melakukannya ?" gumam Jay pada dirinya sendiri, suaranya terdengar datar, tetapi pikirannya dipenuhi kebingungan. Apakah benar karena dirinya ? Apakah tindakan itu adalah hasil dari tekanan yang dia berikan ? Dia tidak ingin memikirkan itu lebih jauh, tetapi bayangan Anna yang terjebak dalam putus asa terus menghantui.
Jay menggertakkan giginya, mencoba mengusir rasa tak nyaman itu. Dia selalu percaya bahwa dirinya memegang kendali atas setiap situasi, bahwa dia bisa menekan siapa pun sesuai kehendaknya tanpa konsekuensi yang berarti. Tapi kali ini, sesuatu terasa berbeda. Dia mulai merasakan sesuatu yang samar, sesuatu yang tidak dia kenali, rasa bersalah.
Tentu, itu tidak cukup untuk menghentikannya. Jay tidak akan membiarkan emosi ini menguasai dirinya. Tapi untuk pertama kalinya, rasa percaya dirinya goyah. Dia merasa seolah bayangan Anna yang rapuh, dengan kehamilannya, dengan luka emosional yang hampir membunuhnya mengikuti di setiap langkahnya, mengingatkannya bahwa dia mungkin telah melangkah terlalu jauh.
Dia bangkit dari kursi dengan gerakan mendadak, seolah mencoba melarikan diri dari pikirannya sendiri. "Tidak" katanya dengan suara rendah tetapi penuh tekad. "Aku masih memegang kendali"
Namun, meski kata-kata itu keluar dari mulutnya, Jay tidak bisa mengabaikan rasa gelisah yang perlahan menggerogoti dirinya.
***
Di kamar rumah sakit yang sunyi, Anna duduk bersandar di tempat tidur dengan bantal di punggungnya. Wajahnya terlihat lebih segar, meskipun masih ada bayang-bayang kelelahan di matanya. Niki duduk di kursi di sebelah tempat tidur, sibuk dengan ponselnya. Sesekali dia melirik ke arah Anna, memastikan kondisi kakaknya baik-baik saja. Hari itu, Niki memutuskan untuk menghubungi Jake.
Jake tiba di rumah sakit tak lama kemudian, mengenakan jaket kasual dan jeans. Langkahnya tergesa-gesa ketika ia menuju kamar yang telah diberitahu oleh Niki. Begitu memasuki ruangan, ia menemukan Niki di samping tempat tidur, sementara Anna terlihat memandang ke luar jendela dengan tatapan yang kosong.
"Jake" sapa Niki, berusaha tersenyum meski raut wajahnya masih menyiratkan kelelahan.
Jake mengangguk ringan, tatapannya beralih ke Anna. "Aku datang begitu kau menelepon. Ada apa ?" tanyanya sambil melirik sekilas ke arah Anna yang tetap diam, seolah tidak menyadari kehadirannya.
Niki meneguk ludah, mencari cara untuk menjawab tanpa membuka terlalu banyak detail. "Kakakku... dia mengalami masa yang sulit" ujarnya, suaranya pelan dan hati-hati.
Jake mendekat ke tempat tidur, berdiri di sisi yang berlawanan dari Niki. "Anna" panggilnya dengan nada lembut, mencoba menarik perhatian gadis itu. "Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi aku ikut prihatin. Kalau ada sesuatu yang bisa kulakukan, beri tahu aku"
KAMU SEDANG MEMBACA
Master ft Jay Park of Enhypen [COMPLETED]
Fanfiction(END) Anna, seorang gadis muda yang hidup dalam keterbatasan di kota, menjalani hari-harinya dengan penuh perjuangan demi adik laki-lakinya, Niki. Tanpa orangtua, Anna tumbuh menjadi sosok mandiri yang tangguh, menyimpan luka dan kelelahan dalam dia...
![Master ft Jay Park of Enhypen [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/344420486-64-k976238.jpg)