Jay tiba di lokasi gudangnya dengan ekspresi penuh amarah. Malam yang seharusnya berjalan lancar kini berubah menjadi kekacauan yang tak terduga. Gudang besar yang biasanya menjadi pusat operasionalnya kini tampak kacau. Beberapa kontainer terbuka, isinya berserakan di tanah. Di kejauhan, beberapa anak buahnya terlihat sibuk mencoba mengendalikan situasi, sementara beberapa lainnya memeriksa kerusakan.
Jay turun dari mobil dengan langkah cepat, pintu mobil tertutup keras di belakangnya. Angin malam yang dingin tak mampu meredam panas di dadanya. Dia segera menghampiri seorang pria bertubuh besar yang tampak seperti salah satu orang kepercayaannya.
"Apa yang terjadi di sini?" tanya Jay dengan nada tajam, matanya menyapu pemandangan di sekitarnya.
Pria itu, yang terlihat gugup, menjawab dengan terbata-bata, "Tuan, kami baru saja menemukan bahwa beberapa kontainer telah dibuka paksa. Isinya... sebagian besar hilang"
Jay mengepalkan tangannya, napasnya memburu. "Hilang? Apa yang hilang?"
"Barang-barang berharga, termasuk beberapa dokumen penting" jawab pria itu. "Kami sedang mencoba melacak siapa yang melakukan ini. Sepertinya mereka cukup terorganisir, Tuan"
Jay menggeram pelan, menatap ke arah gudang yang kini terasa seperti tempat asing baginya. Dia tahu, ini bukan ulah amatir. Siapa pun yang melakukan ini pasti tahu apa yang mereka cari.
"Berapa banyak yang tahu tentang lokasi ini?" tanyanya tajam.
"Tidak banyak, hanya orang-orang terpercaya"
Jay tertawa dingin, meski tak ada humor di matanya. "Orang-orang terpercaya, ya? Sepertinya seseorang dalam tim ini lebih bisa dipercaya oleh pihak lain"
Dia berjalan ke arah salah satu kontainer yang terbuka, melihat isinya yang kosong. Sisa-sisa kemasan yang berantakan membuatnya semakin marah. Dia memutar tubuhnya dan menatap anak buahnya dengan tajam.
"Periksa kamera pengawas. Aku ingin tahu siapa yang masuk ke sini dan bagaimana mereka bisa melakukannya" perintah Jay. "Dan aku ingin daftar semua orang yang ada di lokasi ini dalam dua puluh empat jam terakhir"
Pria itu mengangguk cepat dan segera berlari untuk melaksanakan perintahnya.
Jay menghela napas panjang, mencoba meredam amarahnya. Ini jelas serangan langsung terhadapnya, bukan hanya sekadar pencurian. Musuhnya ingin menghancurkan reputasi dan stabilitasnya. Tapi siapa? Dan bagaimana mereka tahu titik kelemahannya?
Saat dia kembali ke tengah gudang, seorang anak buah lain mendekat, kali ini dengan tablet di tangannya. "Tuan, ini rekaman dari kamera pengawas" katanya sambil menyerahkan tablet itu.
Jay memutar rekaman tersebut, matanya menyipit ketika melihat beberapa sosok bertopeng masuk ke area itu dengan keahlian yang terorganisir. Mereka bekerja cepat, membuka kontainer, mengambil barang-barang, dan menghilang dalam waktu kurang dari sepuluh menit.
"Sial" gumam Jay. "Mereka bukan amatir"
"Tuan, kami menemukan jejak ban di sisi belakang gudang. Sepertinya mereka membawa kendaraan berat" tambah pria itu.
Jay mendongak, wajahnya kini gelap. "Temukan mereka. Aku tidak peduli berapa banyak sumber daya yang harus kita gunakan. Aku ingin mereka di depan mataku secepatnya"
Setelah anak buahnya pergi, Jay berdiri sendirian di tengah kekacauan itu. Pikirannya mulai berpacu. Ini bukan serangan biasa. Ini adalah peringatan. Dan dia benci ketika ada yang mencoba memberinya peringatan.
Jay berjalan keluar dari gudang dengan langkah berat, membiarkan udara malam yang dingin menerpa wajahnya. Pikirannya terus berpacu, mencoba menyusun potongan-potongan teka-teki yang baru saja dilemparkan kepadanya. Kekacauan di gudang ini tidak seperti serangan biasa, terlalu terorganisir, terlalu cepat dan terlalu tepat sasaran.
KAMU SEDANG MEMBACA
Master ft Jay Park of Enhypen [COMPLETED]
Fanfiction(END) Anna, seorang gadis muda yang hidup dalam keterbatasan di kota, menjalani hari-harinya dengan penuh perjuangan demi adik laki-lakinya, Niki. Tanpa orangtua, Anna tumbuh menjadi sosok mandiri yang tangguh, menyimpan luka dan kelelahan dalam dia...
![Master ft Jay Park of Enhypen [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/344420486-64-k976238.jpg)