43

607 43 4
                                        

Heeseung, Alayna dan Niki duduk di ruang tengah, pandangan mereka tertuju pada layar televisi yang tengah menyiarkan berita besar. Suara penyiar berita terdengar serius, membacakan laporan tentang Jay, pria yang kini telah menjadi buronan.

"Jay Park, seorang pebisnis terkenal, kini menjadi buronan polisi setelah dugaan keterlibatannya dalam bisnis ilegal dan tindak kejahatan lainnya terungkap ke publik. Polisi saat ini sedang melakukan pencarian besar-besaran. Selain itu, ada laporan yang menyebutkan bahwa seorang perempuan bernama Anna yang kini tengah menjadi korban penyanderaan. Foto dirinya telah dirilis untuk membantu masyarakat mengenali sosok tersebut..."

Di layar televisi, terpampang foto Jay bersama berbagai bukti kejahatannya. Tidak lama kemudian, foto Anna muncul. Heeseung menghela napas panjang, tubuhnya bersandar ke sandaran sofa. "Akhirnya" gumamnya, ada nada lega dalam suaranya. "Kini dia tidak bisa bersembunyi lagi"

Alayna mengangguk pelan, tetapi sorot matanya menunjukkan kekhawatiran yang tidak bisa ia sembunyikan. "Ya... meskipun ini artinya perusahaan akan menghadapi dampak besar. Tapi aku percaya rencanamu untuk melindungi perusahaan akan berhasil, Heeseung"

Heeseung menoleh ke arah Alayna dan memberinya anggukan meyakinkan. "Aku sudah mengamankan dokumen-dokumen penting. Publik hanya tahu soal kejahatannya, bukan tentang perusahaan ini. Jadi, kau tidak perlu khawatir. Fokus kita sekarang adalah memastikan Jay tertangkap"

Sementara itu, Niki hanya terdiam, matanya terpaku pada layar televisi yang masih menampilkan foto Anna. Hatinya terasa seperti diiris. Melihat wajah kakaknya di berita membuat rasa rindunya semakin mendalam, tetapi ada ketakutan juga. Bagaimana keadaan Anna sekarang? Apakah dia baik-baik saja?

Alayna menyadari perubahan ekspresi di wajah Niki. Ia menoleh, menyentuh bahu Niki dengan lembut. "Hei, jangan terlalu khawatir. Setelah ini, kita pasti bisa menemukan Anna. Berita ini adalah petunjuk besar. Dengan sorotan media seperti ini, akan lebih mudah bagi kita untuk melacak keberadaannya"

Niki menelan ludah, lalu mengangguk pelan. "Aku harap begitu... Aku hanya ingin dia kembali" Suaranya terdengar lirih, hampir seperti bisikan.

Heeseung menatap Niki, nada suaranya penuh keyakinan. "Kita akan menemukannya, Niki"

Niki mengangguk lagi, meskipun hatinya masih dipenuhi kekhawatiran. Tapi ia tahu, ini adalah langkah besar menuju harapan baru.

Sementara itu, di tempat lain, situasi jauh berbeda. Jay berdiri di ruang tengah bersama bawahannya. Wajahnya tampak tegang, rahangnya mengeras. Ia tidak menyangka bahwa rencananya selama ini bisa terungkap begitu cepat. Nama dan wajahnya kini menjadi buruan publik dan ia tahu polisi akan segera datang mencarinya.

"Bagaimana ini bisa terjadi?" suara Jay rendah tetapi penuh kemarahan. Matanya tajam menatap bawahannya yang berdiri di depannya.

"Tuan" jawab bawahannya hati-hati. "Sepertinya informasi ini bocor dari dalam. Kami masih mencoba melacak siapa yang berkhianat"

Jay menghela napas kasar, lalu mengusap wajahnya dengan frustrasi. "Tidak penting siapa yang melakukannya sekarang. Yang penting adalah bagaimana aku bisa keluar dari situasi ini. Aku tidak bisa tinggal di sini lebih lama. Polisi akan segera menemukan tempat ini"

Bawahannya mengangguk. "Benar, Tuan. Tapi meninggalkan negara ini tidak akan mudah. Dengan status Tuan sebagai buronan, semua jalur resmi sudah pasti diawasi ketat. Paspor Tuan juga mungkin sudah diblokir"

Jay memandang bawahannya dengan sorot tajam. "Lalu apa yang kau sarankan? Aku tidak punya waktu untuk mendengar omong kosong"

Bawahan itu menelan ludah, lalu menjawab dengan hati-hati, "Ada satu cara... kita bisa pergi melalui jalur laut. Dengan kapal dan tanpa dokumen resmi, kita bisa meninggalkan negara ini secara diam-diam. Jalur ini memang berisiko, tapi ini satu-satunya cara yang aku pikirkan"

Master ft Jay Park of Enhypen [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang