35

738 59 7
                                        

Jay berdiri dari kursinya, berjalan ke jendela besar di sisi ruangan. Dari sana, dia bisa melihat pemandangan kota yang gemerlap di bawah cahaya lampu jalan. Namun, pemandangan itu tidak menarik perhatiannya. Dalam pikirannya, dia sudah merancang langkah-langkah berikutnya.

Dia tidak hanya memburu Anna dan Niki, tetapi juga Alayna. Jay mengepalkan tangannya, mengingat semua pengkhianatan yang dilakukan istrinya itu.

"Jika Alayna berpikir dia bisa memanipulasiku, dia salah besar" gumamnya dengan nada dingin.

Jay berbalik, kembali ke meja kerjanya. Dia membuka berkas-berkas di laptopnya, mencari celah dalam jaringan Alayna. Dia tahu, untuk menjatuhkan musuh, dia harus menyerang dari tempat yang tidak terduga.

Pikirannya terus bekerja, menyusun rencana dengan presisi. Dia akan menunggu waktu yang tepat, memastikan bahwa setiap langkahnya tidak akan sia-sia. Jay tahu bahwa musuh yang cerdas tidak akan menang dengan kekuatan semata, tetapi dengan strategi yang tak terduga.

Sebuah pesan muncul di layar ponselnya, berasal dari salah satu anak buah yang dipercayainya. Isi pesannya singkat, tetapi cukup untuk membuat Jay menghentikan semua aktivitasnya.

"Tuan, ada informasi tambahan. Bisa kita bicarakan secara langsung?"

Jay membaca pesan itu dengan alis terangkat. Dia tahu pria ini, salah satu suruhannya yang paling setia, atau setidaknya itulah yang dia kira. Tetapi di balik loyalitas yang terlihat, ada sesuatu yang membuat Jay waspada.

"Datang ke kantorku dalam waktu lima belas menit" jawab Jay singkat.

Ketika pria itu tiba, Jay memperhatikan setiap gerak-geriknya dengan seksama. Ada ketegangan di wajah pria itu, tetapi dia berusaha menyembunyikannya.

"Tuan, ada sesuatu yang perlu Anda ketahui" katanya dengan suara pelan.

Jay menyandarkan tubuhnya ke kursi, menatap pria itu tanpa ekspresi. "Katakan"

Pria itu tampak ragu sejenak, tetapi kemudian mengeluarkan sebuah amplop cokelat. "Ini adalah laporan tambahan tentang lokasi yang mungkin menjadi tempat persembunyian Anna. Aku pikir Anda harus melihat ini"

Jay membaca isi amplop itu dengan saksama, matanya menyipit ketika detail yang tidak sesuai dengan laporan sebelumnya mulai terlihat jelas. Tangannya mengepal dan udara di ruangan itu seolah terasa lebih berat.

"Kenapa ini berbeda?" tanyanya dengan suara dingin, memandang pria di depannya dengan sorot mata penuh tekanan.

Pria itu menelan ludah, wajahnya tegang. "Aku tidak yakin, Tuan. Tapi aku pikir ada seseorang di tim kita yang mungkin... tidak setia"

Jay meletakkan amplop itu dengan perlahan, tetapi sikap tenangnya jelas-jelas berisi ancaman. Senyum kecil yang muncul di wajahnya sama sekali tidak membawa kedamaian, melainkan rasa gentar.

"Kita tidak punya waktu untuk main-main" kata Jay sambil berdiri dari kursinya. Langkahnya mantap menuju ponsel di meja kerjanya. "Aku ingin setiap orang yang terlibat dalam operasi ini dipantau. Cari tahu siapa pengkhianatnya dan pastikan dia tidak punya kesempatan untuk kabur"

Dia menekan nomor yang langsung terhubung dengan pemimpin tim operasionalnya. "Mulai pergerakan sekarang juga" perintahnya tegas. "Pantau lokasi yang dilaporkan ini. Aku tidak ingin kehilangan mereka kali ini"

"Dimengerti, Tuan" jawab suara di ujung telepon.

Jay memutus panggilan itu, lalu menatap pria yang masih berdiri kaku di depannya. "Kau" katanya dengan nada tajam. "Ikut dengan tim ke lokasi. Pastikan mereka melakukan pekerjaannya dengan benar. Dan satu hal lagi, jika kau berani bermain-main denganku, kau akan menyesal"

Master ft Jay Park of Enhypen [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang