Anna memejamkan matanya sejenak, mencoba mengusir perasaan yang mulai menguasai dirinya. Selama ini, Jay selalu menjadi sosok yang mendominasi, penuh kekuasaan dan kontrol. Tetapi ada sesuatu yang berbeda hari ini, sesuatu yang tidak bisa dia jelaskan dengan kata-kata. Biasanya, tatapan Jay tajam, penuh tantangan, namun hari ini tatapannya kosong, seperti ada bagian dari dirinya yang hilang.
“Apa yang terjadi padanya?” Anna bergumam pelan.
Dia tahu bahwa perasaan ini adalah hal yang berbahaya. Rasa kebencian terhadap Jay, yang selama ini menjadi pegangan hidupnya, kini bercampur dengan rasa lain yang sulit dicerna. Ada keraguan, bahkan sedikit simpati, yang mencuat, meskipun dia berusaha keras untuk menolaknya. Dia tidak ingin memberi ruang untuk perasaan itu. Tidak setelah semuanya yang Jay lakukan padanya dan pada hidupnya yang hancur.
Namun, entah bagaimana, ada bagian dari dirinya yang bertanya-tanya. Apa yang sebenarnya terjadi pada pria itu? Kenapa seolah-olah ada kelelahan di matanya yang tidak pernah dia lihat sebelumnya? Bukankah dia selalu tampak penuh kekuatan, seperti tak ada yang bisa menggoyahkannya?
Anna menarik napas dalam-dalam, mencoba mengumpulkan keberanian untuk menghadapi perasaan yang mulai mengusik pikirannya. Keputusannya sudah bulat, Jay adalah musuhnya. Dia harus berhenti terperangkap dalam permainannya, meskipun itu terasa semakin sulit.
Tatapannya beralih ke luar jendela, pada pemandangan yang tidak lagi memberikan ketenangan. Ruang ini, rumah ini, terasa semakin sempit. Apa yang harus dia lakukan sekarang? Apa yang bisa dia lakukan untuk mengakhiri semua ini?
Dengan tekad yang semakin kuat, Anna berjalan menuju pintu, berharap bisa keluar dan mencari jalan untuk melawan. Namun, saat dia mencoba memutar kunci, ia menyadari bahwa pintu itu terkunci rapat. Sungguh tak ada ruang untuk melarikan diri.
Dia meremas gagang pintu dengan frustasi, tetapi kemudian melepaskannya, membiarkan tangan kosongnya terjatuh di sisi tubuh. Anna berjalan mundur, mengambil langkah pertama menjauh dari pintu yang terkunci. Dalam benaknya, sebuah rencana mulai terbentuk, meskipun dia belum sepenuhnya tahu bagaimana cara melakukannya. Namun, satu hal yang jelas, dia tidak akan membiarkan dirinya menjadi tawanan Jay. Dia harus menemukan cara untuk melawan, dan kali ini, dia harus melakukannya sendiri.
***
Pagi itu, suasana di ruang rapat perusahaan Jay terasa lebih panas dari biasanya. Di meja panjang yang dipenuhi oleh para investor, suasana tegang menggantung di udara. Beberapa wajah terlihat cemas, berbicara dalam bisikan yang cepat tentang masalah yang sedang melanda perusahaan. Kabar tentang insiden penyerangan di gudang milik perusahaan Jay sudah sampai ke telinga mereka dan investor-investor tersebut tidak bisa mengabaikannya begitu saja. Mereka khawatir akan stabilitas dan masa depan investasi mereka.
Salah satu investor, pria paruh baya dengan jas hitam dan wajah tegang, mengangkat suaranya. "Kami sudah banyak berinvestasi di sini dan sekarang, ada kejadian yang merusak reputasi perusahaan. Apa yang akan kau lakukan, Jay? Kami tidak bisa terus begitu saja menunggu jawaban tanpa kepastian"
Jay duduk di ujung meja, wajahnya tampak lebih keras dari sebelumnya. Dia bisa merasakan ketegangan yang mulai mengancam posisinya. Kamar itu terasa semakin sempit saat kata-kata itu menyelinap ke telinganya. Investor-investor lainnya mulai mengangguk, menunjukkan ketidakpuasan yang mulai terbuka.
Dia berusaha mengendalikan diri, menggigit bibir bawahnya untuk menahan amarah yang ingin meluap. Namun, dalam hatinya, dia tahu bahwa apa yang sedang terjadi adalah ancaman besar. Kehilangan kepercayaan dari investor bukanlah hal yang bisa dianggap enteng. Keputusan mereka bisa menghancurkan bisnis yang telah dibangunnya selama bertahun-tahun.
Saat rapat semakin memanas, pintu ruangan terbuka dengan tenang. Semua mata beralih ke arah pintu yang terbuka dan masuklah Alayna. Penampilannya rapi dan tegas, matanya penuh keyakinan saat ia melangkah masuk dan menghadap semua orang di ruangan itu. Tanpa perlu berkata banyak, dia sudah cukup membawa kehadirannya yang kuat dan penuh otoritas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Master ft Jay Park of Enhypen [COMPLETED]
Fanfiction(END) Anna, seorang gadis muda yang hidup dalam keterbatasan di kota, menjalani hari-harinya dengan penuh perjuangan demi adik laki-lakinya, Niki. Tanpa orangtua, Anna tumbuh menjadi sosok mandiri yang tangguh, menyimpan luka dan kelelahan dalam dia...
![Master ft Jay Park of Enhypen [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/344420486-64-k976238.jpg)