bab 9

988 78 18
                                        

"Abang lagi ngapain? Niki tidur disini boleh?"

Niki tiba-tiba muncul sambil memeluk bantal putih kesayangannya. Dia merambat perlahan mendekati ranjang dengan aksen gelap milik kakaknya. Sangat rapih dan  tertata.

Kamar kakaknya ini sudah lama tidak Niki masuki. Jadi wajar bila ada rasa canggung ketika si empunya kamar belum kunjung besuara padahal Niki sudah siap melompat keatas kasurnya.

" tidur aja, abang lagi ada tugas sekolah" Heeseung muncul dari bilik khusus tempat biasanya dia belajar.

"Ayah sama mama tadi nayain abang di telpon katanya kenapa pulangnya terlambat"

" ada urusan penting. Nanti abang telpon mereka"

" hm, mama sama ayah katanya seminggu lebih disana." Bungsu Lee berangsur mendekat. Sambil memeluk bantalnya, dia berdiri disamping Heeseung sambil mengamati apa saja yang sedang kakaknya lalukan.

Heeseung punya kebiasaan belajar sendiri. Niki ingat dengan pasti. Meski pun sebenarnya Heeseung tidak rajin tapi sekalinya belajar Niki sampai di buat terheran heran tentang batapa fokusnya sulung Lee dengan bahan bacaanya. Akan ada tumpukan buku yang terbuka, juga layar monitor yang menampilkan tulisan yang belum rampung. Kakaknya akan terlalu sibuk jika sudah seperti ini, bahkan untuk ingat tentang keberadaannya.

Biasanya Niki akan berakhir main sendiri entah disudut rumah yang lain, karena Heeseung sangat tidak suka diganggu.

"Bang"

"Hm?"

"Besok Niki gk usah sekolah ya?"

....





.

.

.

Return (Antagonis)
by Js

Heeseung baru saja turun dari mobil hitam mewahnya yang berhenti tepat di depan gerbang sekolah. Seperti kemarin, banyak pasang mata yang memandangi kedatangannya.

Heeseung mengetuk kaca depan mobilnya dan dengan sabar menunggu Niki  menuruni kaca mobil.

" gk usah tungguin abang balik. Kamu langsung kerumah aja kalo sudah pulang. Telpon abang kalo udah sampe rumah" Heeseung mengusap kepala adiknya yang hanya membalasnya dengan deheman keras. Rautnya ketara sebal dan Heseung memilih abai. Sebelum akhirnya mobil hitam itu kembali melaju meninggalkan Heeseung.

Kembali pada usia 17 nya, membuat Heeseung harus kembali menyesuaikan diri pada rutinitas anak sekolahnya dulu. Bangun di pagi hari, belajar, tugas, dan kegiatan sekolah. Dulu Heeseung termasuk murid yang rajin dan cerdas. Seingatnya, dia tidak pernah keluar dari 5 peringkat teratas di sekolah. Jadi harusnya tidak terlalu sulit untuknya mengikuti kembali kebiasaannya dulu. Ya tentu selain terbiasa dengan kekerasan, mulai sekarang sepertinya Heeseung harus mulai menjauhinya.

Sekolah ini begitu bagus dan mewah. Heeseung tau ada banyak uang yg kakeknya habiskan untuk sekolah ini. Tentu tidak seharusnya dia dulu berfikir untuk menjadi pemlu dan menutupi semua identitasnya. Dengan bodohnya membiarkan para murid lain terutama si sialan Shim Jaeyun untuk menindasnya.

Jika di ingat lagi rasanya sangat menjengkelkan.

Heeseung pikir setidaknya untuk hari ini saja dia akan kesekolah dengan tenang, karena seingatnya kemarin baru saja dia memastikan dengan mata kepalanya sendiri jika Shim Jaeyun -si biang kerok- sedang dirawat di rumah sakit dengan perban yang terlilit di kepalanya.

Return (Antagonis) || HEEJAKETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang