bab 13

767 69 24
                                        

" lo aneh, kata kata lo barusan gk masuk akal. kenapa? Mau lo apa? Apa yang sebenarnya lagi lo rencanain, sialan?" Kali ini laki laki itu menepis suapan selanjutnya dengan sumpitnya. Dia berucap begitu dingin tanpa rasa takut sedikitpun.

Sedangkan pria lainnya tertawa sebelum melahap daging yang sebelumnya ingin dia berikan. Meletakan diantara bibirnya lalu mengecapnya tanpa rasa jijik sedikit pun.

" gw gk mungkin ngancurin sesuatu yang gw suka"

Kata kata itu tersirat. Dengan ribuan dugaan yang mendadak menyerang pikirannya. Dia membuang jauh jauh kesimpulan paling melenceng yang perlahan mulai muncul di permukaan.

.

Salah salah bukannya memerah malu. Heeseung malah menunduk tidak sabar dan meremat kuat sumpit ditanganya.

Dengan senyum yang luar biasa berengsek itu. Jaeyun mengerling jenaka pada pria didepannya

"Dan gw gk keberatan kalo lo mau jadi peliharaan gw" sambung Jaeyun.

Simpul senyum itu amat manis, dan sumpah demi tuhan ingin Heeseung bungkam dengan bogem mentah nya.

"Sinting"

....

.

.

.

Return (Antagonis)
By Js

Pagi itu cuacanya buruk. Heeseung harus buru buru berlari masuk ke gedung karena tiba tiba turun hujan. Dan tanpa sengaja dia menabrak seorang murid hingga mereka sama sama terjatuh.

Heeseung terjatuh dangan bokong yang mendarat lebih dulu. Pantatnya sakit sekali. Rasanya seperti pertanda sial, apa lagi semalam baru saja dihinggapi mimpi buruk perihal dia dan si sialan Jaeyun itu.

Didalam mimpi itu Heeseung menjadi seekor anjing yang tengah menggonggong di bawah kaki Jaeyun untuk meminta makan. Dan dia dengan bodohnya menurut ketika di minta mengejar bola kuning yang di lempar Jaeyun sebelum akhirnya menggonggong jinak saat di beri imbalan makan.

"Shit" Jay buru buru memungut kacamatanya yang jatuh di dekat Heeseung. Dia mendengus kesal, mendorong Heeseung tidak suka ketika berniat membantunya.

Dalam guncangan yang tak berarti apa apa itu Heeseung memicingkan mata. Menelaah nya lebih teliti ketika merasa tidak asing. Heeseung dapat mengenalinya sebagai si murid cupu yang membuat kesaksian palsu perihal kasusnya dengan Jaeyun, sehingga laporannya di tolak oleh kepala sekolah.

Oh jadi ini si brengsek sialan itu

Maka ketika luapan itu membuncak pada dirinya. Heeseung segera berdiri lantas menendang kacamata di bawah kakinya. Menyeret laki laki itu pada dinding dan seketika itu memberturkannya.

Heeseung bisa melihat jika lelaki ringkih itu dalam kekalutan yang mendadak berkerut takut setelah mampu menangkap sosoknya dengan jelas.

Apa dia sekarang ingat dengan kesalahannya?

Bagi Heeseung, berbohong itu adalah tindakan buruk. Persetan dengan alasan bila Jaeyun pasti mengancamnya.

" L-lee Heeseung" Jay bergetar kikuk. Memegang cangkraman tangan Heeseung pada lehernya susah payah. Dia tentu sadar dan ingat dengan perbuatannya.

Sesungguhnya ada secuil perasaan iba yang Heeseung rasakan karena orang ini membuatnya teringat dengan dirinya di masa lalu. Namun perasaan lain membuatnya tidak sabar.

Return (Antagonis) || HEEJAKETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang