bab 26

623 63 62
                                        

Sebuah taxi baru saja keluar dari perkarangan sekolah. Heeseung harus berterimakasih pada orang itu. Berkat dia, Heeseung bisa segera membawa Jaeyun ke rumah sakit terdekat.

Disisi lain, Jungwon berdiri tegang diantara hirukpikuk tenaga medis yang mondar mandir. Sirene ambulan sengaja tidak di bunyikan. Disana masih steril dari para siswa lain yang masih sibuk di kelas masing masing. Semua kekacauan ini membuatnya serba salah.

Tanganya meremas ponselnya gelisah. Dia menunggu sosok lain yang tak kunjung muncul sedangkan pesan dari kepala sekolah sudah menumpuk dan tak mampu untuk dia jawab.

"Bagaimana?" salah seorang lelaki parubaya muncul dan menghampiri salah seorang tenaga medis disana.

"Ada sekitar 9 orang Pak" jawab petugas medis itu.

"Oke, tolong jangan nyalakan sirine sebelum keluar dari area sekolah"

" tapi itu harusnya 10 orang pak" Jungwon tiba tiba menyela. Dia merasa ada yang salah dari laporan itu.

Namun kata kata Jungwon seperti lenyap entah kemana ketika suara telpon tiba tiba berdering ribut dan menyudahi semua kegiatan. Lelaki parubaya itu buru buru mengangkatnya, meninggalkan Jungwon lebih dulu.

Mobil ambulan sudah pergi satu persatu berikut dengan lelaki parubaya itu dan Jungwon yang naik ke mobil terakhir.

Setelah cukup lama mengingat, Jungwon baru tersadar jika tidak ada Jay disana  sepanjang dia mengawasi tadi. Seutas senyum tertarik. Jungwon akhirnya bernafas lega.























" si cupu itu kabur lagi. Sialan"  suara itu keluar dengan tawa jenaka dalam hatinya.


















....

.

.

.

Return (Antagonis)
By Js

Nyonya Shim baru saja selasai dengan rutinitas hariannya. Dia bersenandung senang saat meletakan koleksi barunya di lemari tinggi dengan puluhan merek tas ternama.

Dia baru saja mendapat kabar jika Taehyung akan segera dilantik di perusahaan suaminya di Jerman. Usaha yang tidak sia sia membesar kan putra sematawayangnya itu.

"Anak ku yang terbaik. Ibu akan pastikan semua jalan emas terbuka untuk kamu sayang" dia bermonolog riang di depan foto keluarga mereka sambil memandangi gambar wajah Taehyung dan Suaminya. Dan begitu pandangannya teralih pada sosok disebelah Taehyung, wajah Nyonya Shim mendadak masam, peduh amarah, kesal, dan jijik.

"Sampah sialan itu akan aku buang jika sudah tiba waktunya. Tunggu saja" senyumnya tertarik bengis. Nyonya Shim tau apa yang dia katakan. Bayangan itu terus berulang sejak anak selingkuhan suaminya itu masuk ke keluarga ini, sampai sekarang. Saat dimana dia akan mengusir putra pelacur itu dari keluarga sempurnanya.

"Pemisi Nyonya Shim, anu-" Bibi Kim masuk terburu buru. Dia berdiri kikuk disepuluh langkah dari nyonya rumah itu. Tangannya diremas gelisah.

"Apa?" Nadanya ketara kesal. Nyonya Shim berbalik. Melipat kedua tanganya didepan dada dengan elegan.

"Anu- tuan Jaeyun. Ada di rumah sakit"

"Lagi? Anak sialan itu bikin masalah terus. Sudah biarkan saja. Lebih bagus kalau dia cepat mati. Jangan kamu urusin"

"Tapi Nyonya-"

"Kamu mau saya pecat?!"

"Ampun Nyonya, anu-tapi tuan Shim sudah tau. Sekarang Tuan sedang dalam perjalanan pulang setelah tau tentang kabar Tuan Jaeyun"

Return (Antagonis) || HEEJAKETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang