Heeseung merasa tidak nyaman, matanya berkedip kedip didepan cermin. Satu tetes lagi cairan steril antiseptik diteteskan di matanya.
Ini bukan kali pertama bagi Heeseung menggunakan softlens. Pada pertandian basketnya yang terakhir, Heeseung sudah pernah menggunakannya sekali.
Meskipun saat itu dirinya merasa kurang percayadiri. Tapi bila dilhat lihat sekarang, nampaknya ini jauh lebih baik. Kesannya jauh dari kata cupu. Dan Heeseung baru sadar bila dia ternyata setampan itu.
" gw cakep ternyata " monolognya, Heeseung tersenyum puas dengan apa yang dia pikirkan. Bayangan akan pandangan dan penilaian orang lain tentang diri Heeseung yang kini telah jauh dari kata Cupu -seperti apa yang si sialan Jaeyun itu sering olok olokan padanya setiap hari.
" oh Lee Heeseung" seseorang tiba tiba muncul menepuk bahunya. Dengan senyum yang perlahan melebar, laki-laki itu merangkulnya hangat. Bak kawan lama yang baru saja bertemu setelah sekian lama.
Heeseung tau, dia ini adalah pria dari keluarga Choi, dimana pada waktu waktu sebelumnya menjadi salah satu yang paling suka mengecualikannya disetiap sesi latihan, sang kapten basket kembanggaan sekolahnya. Heeseung sampai lupa jika dia ini adalah orang yang sama, yang sering enggan memasukannya kedalam list pemain disetiap pertandingan, entah ada dendam apa terhadapnya.
Dan anehnya kini tiba-tiba menjadi sok akrab.
" wah wah wah berubah ya lo. Bener kata gw kan Seung. Kacamata emang gk cocok buat lo. Kalo gini kan lo jadi.." seketika alisnya berkerut, dia memasati tampilan Heeseung dari atas sampai bawah, " bentar bentar" lalu Pria Choi itu berdecak tidak suka. Dengan lancang membuka beberapa kancing seragam Heeseung paling atas lalu mulai menarik bagian lengan dan menggeser tatanan rambut Heeseung menjadi sedikit lebih berantakan.
".. oh my gosh. Kalo gini baru keren lu broo" dan dia mengacungkan jempolnya. Bersorak hebo, sangat puas dengan keadaan Heeseung saat ini.
Sedangkan Heeseung, dia masih mencerna. Sedikit meragu, namun ketika mendapati tampilannya di cermin, Heeseung ikut menjadi lebih puas juga.
Seakan lupa bagaimana hubungan masalalunya dengan orang ini. Heeseung menerima affeksi ramah yang diberikan kapten basketnya itu dengan penuh suka cita.
Heeseung harusnya sadar, perubahan yang dia buat tentu berpengaruh dengan orang lain juga. Dan memang benar, orang orang cenderung akan mulai menerima keberadaan kita, ketika kita berada pada level yang sama dengan mereka.
Kabar baiknya, Heeseung mendapatkan undangan untuk bergabung dengan club basketnya ketika makan siang nanti. Dan Heeseung cukup senang saat dia diberitahu jika dia akan kembali masuk pada list pemain untuk pertandingan selanjutnya.
"Pastiin lo dateng latihan pulang ini bro" Beomgyu menepuk bahunya lalu memberikan ponselnya untuk meminta Heeseung menuliskan nomor kontaknya.
Tak menyadari jika seseorang lelaki berkacamata baru saja keluar dari salah satu bilik dengan keadaan berantakan dan melirik Heeseung dengan tatapan penuh kebencian.
....
Ada beberapa hal yang sampai kapan pun tidak bisa diubah, kita sering menyebutnya sebagai takdir.
Namun sejatinya, itu hanya tentang siapa yang akan menjalani takdir tersebut.
....
.
.
.
KAMU SEDANG MEMBACA
Return (Antagonis) || HEEJAKE
FanfikceHeeseung muak dengan peran protagonis yang dia jalani. Ketika kematiannya membawanya kembali ke masa lalu, Heeseung memutuskan untuk mengambil peran antagonis dan bersiap untuk membalaskan dendamnya pada Shim Jaeyun, pelaku utama dari kekerasan yang...
