Malam itu Jaeyun kesulitan tidur, kepalanya berdenyut sakit. Pada sisi lain sudah terdengar dengkuran dari pasien sebelah.
" mending gw di mini market tau gini" gusarnya. Jaeyun mengubah posisinya menjadi duduk lalu mengambil ponselnya. Niatnya mau menghabiskan malam dengan game, namun sayang ternyata batre ponselnya hampir habis.
Saat tengah mencari charger, pandanganya seketika jatuh pada tas miliknya yang ada di atas kursi. Jaeyun lantas teringat dengan Heeseung yang sore tadi duduk disana untuk menjenguknya.
"lo gk takut sama gw?"
" gk, gk akan pernah"
" bagus"
Percakapan sore itu masih membekas di kepala Jaeyun. Dengan mata yang begitu bersinar, Heeseung dengan lantang mengatakan jika Jaeyun bukanlah ancaman baginya.
Jaehyun bahkan masih ingat ketika dirinya hampir pinsan waktu itu. Tidak ada satupun yang mendekat untuk membantunya. Ketika yang lain menonton, Hanya suara Heeseung yang menggema di telinganya, berulang kali memanggil namanya, dan nenatapnya dengan raut penuh kekhawatiran.
Saat Jaeyun sedang terlarut dalam pikiranya, tiba tiba terdengar suara pintu terbuka dan seorang wanita paru baya masuk.
" Tuan Jaeyun"
Wanita itu membuka tirai biliknya, dan segera membungkuk dalam ketika matanya bertemu dengan manik kelam Jaeyun.
"Saya minta maaf karena terlambat menerima kabar. Saya minta maaf tuan" wanita itu bersimpu, menunduk begitu takut dengan Tuanya. Sedangkan Jaeyun hanya menarik sebelah sudut bibirnya. Dia tidak heran dengan hal semacam ini.
Wanita ini adalah bibi Kim, pelayan pribadi yang khusus melayaninya di rumah. Lebih tepatnya seorang pengasuh yang sudah bersama Jaeyun sedari kecil. Tuan Shim memberinya tugas penuh untuk merawat Jaeyun, memenuhi kebutuhannya, dan memastikan keadaan Jaeyun tetap baik. Namun sialnya, Nyonya Shim sering membuatnya lebih sibuk dengan urusan lain.
"Ibu membuat pesta lagi di rumah?"
Bibi Kim mengangguk, meremas tanganya mengingat bagaimana sulitnya untuk terbebas dari Nyonya Shim untuk menemui Jaeyun disini.
" saya sudah mengurus semuanya tuan, tuan akan segera di pindagkan ke ruang VVIP. Saya juga sudah menghubungi pengacara untuk masalah tuan di sekolah. Tuan tidak perlu khawatir"
" Bibi kim"
" iya tuan"
" kemari"
Wanita tua itu buru buru bangun dari posisinya dan segera mendekat pada tuanya.
"Tidak perlu pakai pengacara, beritahu saja pada ayah soal ini"
" tapi tuan-"
"Pulang"
....
.
.
.
Return (Antagonis)
By Js
Heeseung tidak pernah berpikir jika hal ini akan terjadi. Menjadi pusat perhatian sebenarnya bukan masalah, dia sudah kelewat biasa sekarang. Makan siang sendirian pun bukan hal yang mengejutkan. Karena mau dimasa sekarang atau masalalu pun, Heeseung sudah sering mengalaminya. Namun berada satu meja dengan Shim Jaeyun dan melihatnya meletakan daging di nampan makanannaya tentu adalah hal luar biasa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Return (Antagonis) || HEEJAKE
FanficHeeseung muak dengan peran protagonis yang dia jalani. Ketika kematiannya membawanya kembali ke masa lalu, Heeseung memutuskan untuk mengambil peran antagonis dan bersiap untuk membalaskan dendamnya pada Shim Jaeyun, pelaku utama dari kekerasan yang...
