Jaeyun tidak berfikir untuk pulang kerumah sebenarnya. Sudah 3 hari dia berakhir di mini market.
Hampir tidak ada yang perduli kecuali ayahnya yang baru kembali setelah perjalanan bisnis. Meminta untuk makan malam bersama keluarga lainnya. Sehingga mau tidak mau membuat Jaeyun harus kembali dan berhadapan dengan Ibu sambungnya, Nyonya Shim.
" brandalan sialan, masih berani pulang?kapan kamu mati sih? Taehyung pasti sangat benci melihat kamu ada di sini. Dasar tidak tahu malu!" dan bukan hal baru ketika Nyonya Shim berakhir melemparkan sesuatu pada Jaeyun sebagai bentuk kekesalannya.
Kali ini vas bunga kaca yang berakhir pecah di lantai setelah menghantam punggung kanan Jaeyun dengan keras.
Sekalipun ada banyak saksi mata disana. Tindakan Nyonya Shim tidak pernah sampai ketelinga suaminya. Tidak sekali pun, bahkan segala yang terjadi pada Jaeyun hampir berakhir sebagai berita biasa dan monoton di telinga ayahnya.
Yang hanya Tuan Shim ketahui adalah, jika keluarganya ini begitu harmonis dan sangat akur.
" Taehyung dan Jaeyun belum turun sayang? Saya kangen sekali dengan mereka" Tuan Shim mengusap pipi istrinya begitu lembut sebelum duduk di kursi utama meja makan. Dia melirik pada kepala pelayan didekatnya dan memintanya untuk menuangkan segelas air- yang dengan begitu cepat di dahului oleh Nyonya Shim.
" Taeyung sebentar lagi akan turun. Perjalanan bisnisnya baru selesai 1 jam yang lalu. Dia langsung mandi dan akan segera kesini sayang. Dia juga sangat merindukanmu" mengerti tabiat suaminya, Nyonya Shim gesit membari kode pada pelayan lain untuk mulai menyiapkan sajiannya. Dia begitu senang menjalani perannya sebagi istri idaman dan ibu yang baik di depan suaminya. Meyakinkan jika Tuan Shim tidak salah memilih pasangan hidup.
Terilihat bagaima Tuan Shim tersenyum hangat, istrinya jelas merasa amat puas. Tidak ada yang mampu menandinginya dalam merawat dan memukau pria Shim nya itu.
" lalu bagaimana dengan Jaeyun? Masih suka merengek padamu untuk bertemu dengan ku?"
Kecuali satu, si noda hitam yang menghancurkan kebanggaanya.
Nyonya Shim hampir meremukan gelas kaca di tangannya ketika melihat anak pelacur itu muncul dari balik pintu dan di sambut pelukan hangat oleh suami tercintanya.
Jaeyun tidak berani menatap mata ibunya berikut juga dengan sang kakak yang baru saja bergabung duduk di kursinya dalam diam. Ruangan menjadi sunyi. Hanya ada suara tawa Tuan Shim dan bisikan penuh hina dari tatapan dua sosok lain disana.
....
.
.
.
Return (Antagonis)
By Js
Heeseung seperti lupa tentang dirinya. Seperti ketika sore itu dia terpaksa harus menunggui Jaeyun yang belum selesai dengan hukumannya di toilet lantai 3.
Sejak jam makan siang tadi, ponsel Heeseung menjadi tawanan Jaeyun. Dan lucunya, tidak ada penolakan berarti dari pemuda Lee itu untuk melawan atau bertindak abai terhadap perintah Jaeyun yang meminta untuk menunggunya pulang sekolah.
Bahkan ketika Heeseung berakhir mendapat kepalan tangan Jaeyun pada pipinya.
" lo pakek tangan lo buat tangkis serangan. Lo harus lindungin kepala dan bagian dada ngerti? Kayak gini" Jaeyun menggenggam kedua tangan Heeseung dan menyatukanya seperti prisai. "Lo bisa ambil selangkah mundur kalo lo belum kuat sama tenaga nya"
KAMU SEDANG MEMBACA
Return (Antagonis) || HEEJAKE
Fiksi PenggemarHeeseung muak dengan peran protagonis yang dia jalani. Ketika kematiannya membawanya kembali ke masa lalu, Heeseung memutuskan untuk mengambil peran antagonis dan bersiap untuk membalaskan dendamnya pada Shim Jaeyun, pelaku utama dari kekerasan yang...
