bab 16

693 73 27
                                        

Jaeyun sama sekali tidak berniat untuk bicara hari ini, kecuali dengan Heeseung tentunya. Terlebih jika topiknya menyangkut hal yang sangat dia benci. Misalnya seperti tentang siapa raja di tempat ini, siapa yang teratas, dan segala omong kosong tenang dominasi.

Entah sudah berapa kali Jaeyun harus berhadapan dengan desakan yang tidak dia harapkan. Ajakan duel yang melelahkan dan tidak berguna. Juga konfrontasi yang memuakan.

Selain karena menguras tenaga, hal itu juga hanya membuang waktunya.

Dan Beomgyu menyeretnya pada semua itu dalam satu senyuman brengsek. Dengan sengaja menginjak lebih keras korban yang sudah tersungkur dibawahnya sebelum kembali menendang. Dia tertawa seolah sedang mengolok-olok Jaeyun.

Lalu Jaeyun?

Dia hanya bisa menghela nafas panjaang, muak. Dia benci mengatakannya, jika tidak karna mati itu menakutkan, Jaeyun ingin sekali pergi bertemu ibunya di neraka untuk bebas dari rasa jijik setiap kali bertemu dengan manusia seperti Beomgyu ini.

" mau join sama kita ? Gw bisa kasih bagian bawah buat lo. Orang kayak lo gk cocok pura pura baik kayak gini Jae, oh atau harus gw panggil lo dengan sebutan Jake? " Beomgyu menyeringai sambil memberi kode pada anakbuahnya untuk menyeret murid malang itu dan memaksanya bersimpu di kaki Jaeyun.

"Lo beneran sampah, Beomgyu" Jaeyun mendesah. Menatap dingin pada pria menyedihkan dibawahnya. Jaeyun mengumpat pelan lalu menyuruh pria itu untuk segera enyah dari hadapanya sebelum dia menginjaknya sampai mati. Dan setelahnya murid itu berlari terbirit.

" lo juga sama. Jangan lupa diri bego. Apa kabar sama temen-temen sampah lo di gang bau itu. Udah lama gk maen lo? Sibuk ngurusin si cupu?" Beoumgyu menyeringai puas.

" jangan ganggu Lee Heeseung. Dia bagian dari gw" ucap Jaeyun dingin.

Beomnyu tertawa keras. Puas melihat wajah Jaeyun yang mulai berkerut. Dia melangkah mendekat tanpa rasa ngeri, lalu tersenyum lebar seperti sikopat gila dihadapan Jaeyun.

" Heeseung juga bagian dari gw, gimana dong??"

....





.

.

.

Return (Antagonis)
By Js


Lagi lagi Sunghoon harus berlapang dada ketika mendapati tumpukan kertas di atas mejanya.

Catatan kedisiplinan, dia membacanya sekilas lalu meletkannya lagi dengan muak.

" balik sekolah ikut gw hoon" Jungwoon muncul dari pintu balkon ruangan mereka, dia berjalan sambil menepuk nepuk seragamnya seperti sedang membersihkannya dari sesuatu. Sunghoon memperhatikannya dalam diam. Belum memberi respon sama sekali hingga membuat Jungwon akhirnya mengulang kembali kalimatnya dengan lebih halus.

"Kenapa gw? Sama yang lain aja. Gw sibuk" Sunghoon memilih acuh. Dia menarik kursinya lalu duduk. Menganggap seakan keberadaan Jungwon sama sekali tidak ada eksistensinya.

" Guru BP mintanya elu. Bu Rini bilang pengen sama yang cakep cakep kayak lo" Jungwon tertawa. Ikut menarik kursi kedepan meja Sunghoon lalu duduk dihadapannya. " gw denger denger sekolah butuh- lo tau Face of the School? Semacam Duta Sekolah"

Segelintir bau aneh dia tangkap dari Jungwon. Sunghoon adalah orang yang cukup detail dan pengingat, dan Ketos-nya ini tidak biasanya beraroma seperti ini.

" lo denger gw? Hallo?? Hoon?"

" oh? Lo ngomong apa tadi?"

" Bu Rini, kayaknya mau nawarin lo buat jadi Face of the School."

Return (Antagonis) || HEEJAKETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang