bab 27

649 52 68
                                        

"Simpelnya gini, teori hukum Newton itu ngasih tahu hubungan antara gaya (dorongan/tarikan), massa (berat benda), dan gerak."

"Gk ngerti gw, udah sih gk usah belajar mulu. Kita gk lagi sekolah." Jaeyun menggeser buku dari hadapannya, lalu menyeruput teh ulok yang di pesankan Ayahnya tadi. Mukanya langsung masam masam setelahnya. Ini lebih mirip jamu ketimbang teh.

"Aneh banget rasanya. Ini gk ada es jeruk apa? es teh biasa gitu yang manis manis" dia menggerutu sambil matanya celungukkan mencari Server untuk di panggil.

"Lo mau pesen sesuatu lagi gak? bokap lo kayannya bakal lama tuh sama bokap gw" katanya tanpa menoleh. Dan saat dagunya di tarik untuk menghadap pada pria di sampingnya itu, Jaeyun baru sadar jika dia sedang membuat orang itu kesal.

"Bisa serius gk?" Heeseung menatapnya dongkol dengan alis yang ditekuk. Jika bukan karena orang di depannya ini kelewat tolol sampai jadi juru kunci di angkatannya, Heeseung juga tidak akan seketat ini. Sebentar lagi mereka akan ujian. Dan orang ini, teori fisika paling mudah saja tidak paham. Heeseung khawatir dia akan tinggal kelas atau mungkin harus dipindahkan oleh ayahnya. Heeseung tidak rela.

"Bokap lo udah ngancem bakal pindahin lo. Gk takut emang?"

Jaeyun menggeleng polos, melirik sebentar pada Ayahnya yang jauh disana.

"Gretak sambel doang itu mah" celetuk Jaeyun yang langsung mendapat tatapan tajam dari Heeseung

Jaeyun tersenyum cengengesan. Senang sekali meliahat Heeseung marah marah seperti itu.

Dengan tidak tahu malunya, dia malah mengacak rambut Heeseung lalu mengusap usap kedua pipinya seperti sedang berhadapan dengan anak kecil yang sedang ngambek. Seakan yakin jika usapan itu mampu melunakkan kekesalan Heesseung.

"Iya iya iya... pelan pelan deh coba jalasinnya. Pakek bahasa bayi biar gw gampang pahamnya" lalu dia terkekeh. Sengaja mengolok olok Heeseung.

Sesaat Heeseung hanya diam, lalu dia mulai menutup buku dan menyimpanya kembali ke dalam tasnya. Jaeyun lantas sumbringah melihat itu.

Namun.

"Lo gk akan gerak kalo gk didorong atau di tarik,"

"Hah?" Jaeyun mendadak bingung.

"Hukun Newton satu" kata Heeseung.

Pada detik berikutnya tiba-tiba tangannya ditarik. Heeseung membawanya kedalam toilet lalu mendorongnya masuk ke dalam satu bilik dan menguncinya.

"Lo ngapain?!" Jaeyun kebingungan.

"lo gk akan berenti gerak kalo gk nabrak sesuatu" seakan tuli, Heeseung melanjutkannya. Dia mendorong tubuh Jaeyun kasar sampai membentur sisi tembok, lalu menghimpitnya.

"Hukun Newton dua"

"Becanda lo gk lucu, Heeseseung!" Jaeyun makin panik, dia langsung mendorong Heeseung ketika wajah laki laki itu nyaris menyentuh pipinya.

Heeseung sampai terpental

Namun bukannya marah, Heeseung malah tersenyum puas melihat semburat merah di wajah Jaeyun yang terengah gugup.

" dan lo bakalan di dorong balik kalo lo ngedorong. Hukum Newton tiga"

Jaeyun masih mencoba mencernya, namun degup jantungnya tidak bisa berhenti bergemuruh. Bahkan ketika Wajah itu mendekat lagi, tubuhnya seakaan kaku. Kekuatan yang dia miliki seakana menguap, dan hanya tinggal perasaan kalut yang dia sendiri tidak mengerti.

Return (Antagonis) || HEEJAKETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang