.
.
.
Return (Antagonis)
By Js
Hari ini Heeseung harusnya istirahat, namun dia malah berakhir di salah satu minimarket dan mengekori Niki yang terlihat tengah sibuk memilih susu kotak dan roti.
"Bukannya kita dirumah ada roti sama susu, ki?"
" beda bang. Ini ada rasa rasanya"
" kamu mau bikin apaan lagi dah?"
" jangan kasih tau mama tapi? Aku liat di tiktok ada yang bikin makanan dari roti sama susu. Seger banget liat nya bang. Nanti Niki bagi deh"
Jujur Heeseung masih suka bingung dengan sifat adiknya ini. Terlalu banyak hal yang dia coba.
Ini masih sangat pagi, harusnya dia segera membuat Niki berakhir disekolah sekarang sesuai titah mamanya. Tapi kenapa malah dia yang berakhir disini karna Niki?
" udah ketemu kan? Ayo dah buruan. Nanti kamu telat. Mama ngomelnya panjang ke abang"
" iya bentar, mau cari yogurt dulu"
Tempat ini menyediakan mesin dispenser dan beberapa bangku yang dijejer menghadap meja panjang yang ditempal pada salah satu sisi dinding yang menghadap langsung ke jalan raya. Minimarket ini ada di persimpangan jalan sebelum sekolah Niki. Tempat yang strategi karena di depan sana ada stasiun dan halte bis, ada begitu banyak pejalan kaki yang lewat dan Heeseung bisa melihan logo '24jam buka' pada kaca besar didepannya. Pantas saja dari tadi dia melihat ada orang yang bahkan bisa numpang tidur di sisi ujung meja tempat Heeseung duduk menunggu Niki sekarang.
Beberapa kaleng minuman masih berserakan diatas mejanya, ada juga mangkuk mie yang terbuka entah isinya masih ada atau tidak.
Oh kaleng bir
Orang ini mabuk?
Heeseung meneliti dalam diamnya, ada kemeja putih yang keluar dari lengan jaket hitam yang menutup hampir seluruh tubuhnya, celana khas seragam sekolah dan sneakers cornves hitam putih. Ini bukanya anak sekolah?
" astaga bocah ini lagi. Apa dia tidak punya rumah? Hey nak, bangunlah. Sudah pagi, kamu harus sekolah" bapak tua petugas minimarket ini memdumal. Mengambil beberapa sampah diatas mejanya hingga bersisa sebotol air mineral dan mangkuk mie yg terbuka tadi.
Butuh beberapa detik sebelum kepala rambut hitam itu bergerak terganggu dalam tidurnya. Heeseung melihat Niki menghampirinya dengan beberapa bukusan di tangannya, "Udah bang ayo bayar" dan Heeseung segera bersiap berdiri menyambut adiknya
Matanya bergulir kembali pada siluet sosok barusan yang menegakakan kepalnya menghalangi eksisteni Niki di depanya . Bagaimana caranya mengusak rambutnya dengan tekukan wajah mengantuk itu sangatlah lucu di mata Heeseung.
Ini masih begitu pagi, Heeseung bahkan belum sempat mandi ketika harus pergi mengantar Niki ke sekolah. Matanya masih sangat mengantuk dan otaknya jelas masih belum berfungsi 100%.
Sebelum akhirnya orang itu menoleh dan Heeseung seketika menemukan ingatanya kembali.
Masih ada sisa memar dan plaster di pelipisnya. Bedanya kini rambut pirang itu pergi entah kemana.
"Lah kok ada lo? lo ngapain disini?" Suara orang itu sangat serak. Matanya menyipit yang diikuti dengan mulutnya yang menguap.
"Bukan urusan lo"
Heeseung menekuk alisnya tidak suka. Yang di balas kekehan dari Jaeyun yang kini menopang kepalanya dengan tangan. Dia menguap lagi sambil menggaruk kepalnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Return (Antagonis) || HEEJAKE
Fiksi PenggemarHeeseung muak dengan peran protagonis yang dia jalani. Ketika kematiannya membawanya kembali ke masa lalu, Heeseung memutuskan untuk mengambil peran antagonis dan bersiap untuk membalaskan dendamnya pada Shim Jaeyun, pelaku utama dari kekerasan yang...
