31. Happy End

51 4 0
                                        

#SPESIAL PART AKHIR#

*Selamat datang di cerita*
"Namanya Sagara"
Wahai para Cawirku💓💓💓
*
*
*
Eh iya, kalau seumpama ada typo tolong kasih tahu ya, nanti biar di revisi ulang.
*
*
*
*
💗
*******

Tidak perlu menunggu terlalu lama, dalam kurun waktu 3 hari saja tubuh Tasya dan Bintang sudah kembali pulih seperti biasanya dan dengan begitu dokter pun memberikan ijin kepada mereka berdua untuk pulang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tidak perlu menunggu terlalu lama, dalam kurun waktu 3 hari saja tubuh Tasya dan Bintang sudah kembali pulih seperti biasanya dan dengan begitu dokter pun memberikan ijin kepada mereka berdua untuk pulang.

Hari ini Tasya dan Bintang di bantu oleh inti Ago berbondong-bondong membawa kembali beberapa barang yang telah mereka bawa selama menjalani rawat inap.

Hari-hari yang mereka jalani selama 3 hari pun juga berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan dari siapapun termasuk Billa atupun printilan Black Rouse.

Kali ini Sagara bisa dengan terang-terangan membonceng Tasya menuju apartemen, karena lampu hijau dari Raga sudah menyala untuk Sagara.

"Kak beli es krim dulu yuk" pinta Tasya selagi dirinya dan Sagara masih belum sampai di tempat tujuan.

"Nggak! Baru sembuh juga! Mau kamu sakit lagi?,"

"Kak Sagara Caesar Airlangga.... Aca itu sakitnya bukan demam dan sebagainya, ya gak masalah dong kalau Aca pingin makan es krim" bantah Tasya masih berusaha mendapatkan es krim yang dia inginkan.

"Teori dari mana itu? Sakit ya tetep sakit"

"Dih! Yaudah!," Tasya bersendekap dada sembari memikirkan cara apa yang bisa dia lakukan supaya keinginannya bisa terkabulkan.

Tidak cukup lama Tasya berpikir hingga akhirnya ia teringat akan perkataan Syifa saat menjenguknya bersama Ciko. (Syifa adalah perempuan yang terus dikejar oleh Ciko)

Tiba-tiba saja Tasya memeluk pinggang Sagara dari belakang lalu berbisik pada telinga Sagara yang kebetulan sekali saat itu mereka sama-sama tidak memakai helm.

"Kakak nggak kasihan sama anak di perut Aca? Aca lagi ngidam loh kak" sontak sangking terkejutnya dengan perkataan Tasya itu, Sagara langsung mengerem mendadak hingga kepala Tasya terpentok pundak gapura Sagara.

"Aduh! Kak Saga giman-?," ucapan Tasya berhenti saat ia tersadarkan bahwa kini Sagara tengah menatap dirinya.

"K-kenapa kak?," gagapnya sembari menundukkan kepalanya untuk mengalihkan pandangannya agar matanya tidak bertatapan langsung dengan Sagara.

"Siapa yang ngajarin kayak gitu?,"

"Kak Syifa"

"Cewe nya Ciko?,"

"Katanya kak Syifa dia bukan pacarnya kak Ciko, kak Ciko aja yang nempel sama dia terus" jawab Tasya dengan polosnya.

"Polos banget pacar aku. Dengerin kakak ya sayang, kalau ngobrol sama cewe gak jelas itu-,"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 18, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Namanya SagaraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang