29. Surat Misterius

45 5 3
                                        

KANGEN GAK??*******

*Selamat datang di cerita*
"Namanya Sagara"
Wahai para Cawirku💓💓💓
*
*
*
Eh iya, kalau seumpama ada typo tolong kasih tahu ya, nanti biar di revisi ulang.
*
*
*
*
💗
*******

"Sakit ya kak?," tanya Tasya saat dirinya mengolesi salep ke luka Ciko akibat terkena goresan pecahan kaca

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Sakit ya kak?," tanya Tasya saat dirinya mengolesi salep ke luka Ciko akibat terkena goresan pecahan kaca.

"Gue lakik Ca, kena ginian doang tuh gak ada rasanya, paling-paling kayak digigit semut doang" jawab Ciko dengan santainya.

"Idih sok kuat bejir! Tadi teriak kayak cewek sekarang bilang giwi likik kiyik digigit simit diwing alah ta*" ejek Kenzi.

Ciko menghantamkan bantal sofa yang ia pegang hingga tepat mengenai wajah tampan Kenzi, "Gue cuma kaget ege!," bantah Ciko tak ingin dipermalukan

"Jangan banyak gerak kak! Aca jadi susah obatin kak Cikonya!," sahut Tasya, sebab dirinya harus fokus ketika mengobati luka Ciko, namun jika Ciko telalu banyak bergerak, Tasya akan mudah kehilangan fokusnya.

"Siap bu Dokter" Ciko mengangkat tangannya kearah kepala menunjukkan pose hormat kepada Tasya.

"Ga, ini gimana sama Aca? Gak mungkin Aca kita tinggalin tidur sendiri di apartemen Bintang sedangkan baru aja ada kejadian kayak gini" ujar Ciko mengalihkan pembicaraan.

Perkataan itu mampu membuat atensi seluruh inti Ago yanga da di situ fokus akan perkataan Ciko, sebab mereka semua tahu keadaan saat ini sangat tidak memungkinkan untuk Aca tinggal sendirian di apartemen yang cukup luas untuk ditinggali sendirian.

"Aca tidur disini malam ini" jawab Sagara tanpa ekspresi.

"Lo gila?! Arka gimana?," sahut Kenzi tak habis pikir dengan ucapan yang baru saja dikatakan oleh Sagara.

"Gue udah kabarin dia, dia juga setuju demi keamanan Aca" jelas Sagara membuat tenang hati inti Ago yang mendengarnya.

"Udah. Aca udah selesai obatin kak Ciko, sekarang gak boleh ada yang gangguin kak Ciko! Biarin kak Ciko istirahat dikamar kak Raga"

"Ya dianterin lah Ca, masa orang sakit dibiarin jalan sendiri" Ciko berlagak sok lemas, sembari memasang wajah melasnya.

Sebenarnya Tasya mau saja mengantarkan Ciko, tetapi bagaimanapun juga sekarang ada Sagara yang sedang melihatnya dengan penuh intens sehingga membuatnya tidak nyaman.

Akhirnya sebelum menjawab permintaan Ciko, Tasya menyempatkan untuk bertanya terlebih dahulu kepada Sagara melalui chat WA.

Sungguh leganya Tasya ketika ternyata Sagara tidak mempermasalahkan hal itu, dan memberinya ijin untuk mengantarkan Ciki ke kamar Raga untuk beristirahat.

"Yaudah ayok Aca anter" tanpa aba-aba Ciko langsung menarik lengan Tasya lalu memeluk lengan tersebut sebagai pegangan agar tidak oleng ketika berjalan.

Namanya SagaraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang