25. Ternyata

77 2 0
                                        

*******

*Selamat datang di cerita*
"Namanya Sagara"
Wahai para Cawirku💓💓💓
*
*
*
Eh iya, kalau seumpama ada typo tolong kasih tahu ya, nanti biar di revisi ulang.
*
*
*
*
💗

Setibanya di ruangan rawat inap Bintang, Sagara langsung mengamati keberadaan Raja

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setibanya di ruangan rawat inap Bintang, Sagara langsung mengamati keberadaan Raja. Ia mendapati Raja sedang menatap lekat wajah sembari memegangi tangan Bintang yang lemas sebab tak sadarkan diri. Terlihat sekali ketulusan Raga dalam menjaga Bintang yang sedang sakit.

"Kak?," panggil Tasya yang sudah harum setelah mandi, menyadarkan lamunan Sagara.

Entah apa yang dilamunkan oleh Sagara saat melihat Raga, Tasya pun juga tidak mengerti.

"Kak Saga ngelamun? Ngelamunin apa?," tanya nya lagi.

"E-engga kok, ini bawa kesana" Sagara menyerahkan beberapa bungkus makanan yang sudah ia beli kepada Tasya.

Tasya pun membawa bungkusan plastik itu ke perkumpulan laki-laki yang sedang berkerumun di lantai di dekat sofa.

Mereka sengaja menggelar kasur lantai di lantai agar mereka lebih leluasa untuk istirahat. Jika di sofa mereka tidak akan seluruhnya bisa bebas merebahkan diri ataupun duduk dengan segala macam posisi.

Berbeda dengan jika di lantai dengan di lapisi kasur lantai, mereka tidak akan merasa sempit atau harus menjaga posisi istirahat selama semalaman penuh menjaga Bintang.

Di sisi lain Sagara masih saja terus mengamati Raga yang senantiasa setia duduk di samping Bintang walaupun posisi duduknya kini sudah terlihat jelas sekali sangat tidak nyaman.

Sagara berinisiatif untuk menghampiri Raga dengan membawa sebungkus nasi goreng di tangannya, Makan dulu Ka" ujarnya sembari menepuk pundak Raga.

"Makan diluar, ada yang mau gue omongin" tambah Sagara saat Raga akan segera membuka sebungkus nasi goreng pemberiannys.

Sebenarnya Raga agak sedikit ragu untuk meninggalkan Bintang, tetapi dari raut wajah Sagara, Raga bisa nampak bahwa yang akan di bicarakan oleh Sagara pastinya hal yang sangat penting. Toh saat ini pun Bintang juga masih tertidur akibat obat bius dari dokter.

Sagara keluar ruangan rawat inap terlebih dahulu sebelum Raga, sebelum akhirnya diikuti Raga menyusul Sagara dari belakang.

"Mereka berdua kenapa?," tanya Tasya pada inti Ago yang sedang berkumpul bersamanya.

"Mungkin ada hal yang mau mereka omongin" jawab Vino.

"Udahlah biarin aja, kita fokus makan aja. Gak baik tahu makanan dianggurin lama-lama" sahut Nando dengan tangannya yang sibuk mengambil macam-macam makanan di depannya.

Tasya pun mengikuti perintah kakak-kakaknya tersebut, walaupun sebenarnya di dalam hatinya bergejolak rasa ingin tahu apa yang sedang di bicarakan oleh Sagara dan Raga.

Namanya SagaraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang