3. Jangan Ganggu!

631 53 21
                                        

Selamat datang di cerita
"Namanya Sagara"
💓💓💓

Hari ini Tasya memiliki jadwal yang padat sekali dimana hari ini adalah hari akan diadakannya rapat OSIS. Sebenarnya jabatan untuk angkatan Tasya sudah habis, namun karena jabatan Tasya di periode sebelumnya sangat penting, yaitu sebagai ketua OSIS, maka Tasya wajib membimbing ketua OSIS baru dalam memimpin rapat.

Hal itu akan terus dilakukan sampai ketua OSIS yang baru mampu melakukan tugasnya dengan baik dan benar, saat melakukan rapat selanjutnya, dan untungnya rapat ini adalah rapat terakhir yang akan Tasya ikuti, karena ia sudah merasa bahwa sang ketua OSIS yang baru sudah terlihat siap sejak rapat sebelumnya, untuk rapat kali ini Tasya hanya memantau bagaimana ketua OSIS baru memimpin rapat saja.

Maka dari itu Tasya wajib berangkat lebih awal untuk membimbing ketua OSIS yang baru.

Namun, Sialnya pagi ini Tasya mengalami sebuah masalah kecil lagi, walaupun kecil, tapi bisa membuatnya terlambat sekolah, di tambah lagi Tasya bangun terlambat akibat nonton sepak bola timnas yang sangat ia gemari sedang bertanding.

"Kok gak nyala sih" rengek Tasya sembari tangannya memutar-mutar keran air kamar mandinya.

"Pliss jangan hari ini, hari ini ada rapat loh!," Tasya masih terus saja merengek sembari memutar-mutar keran tersebut hingga ia berhenti dan memikirkan bagaimana cara agar ia bisa mandi secepatnya.

"Gak mungkin aku mandi di kamar mandi bawah, disana air hangatnya gak bisa di pakai, kalau di kamar bunda pasti juga gak bisa soalnya alergi barang couple, kalau di kamar kak Raga itu udah pasti yang paling gak mungkin, kalau di kamar tamu lain pasti juga kamar mandinya gak bisa di pakai, jalan satu-satunya cuma di kamar si cowo itu, lagian juga kan katanya dia bakalan jemput papanya di bandara pagi-pagi sekali, jadi pasti kamarnya kosong" Tasya pun segera bergegas membawa peralatan mandi dan seragamnya menuju kamar Sagara.

Fyi. Kamar di rumah Tasya memang banyak, namun segala fasilitas untuk kamar tamu yang tidak dipakai juga tidak akan di berikan, termasuk kamar mandi yang ada di dalamnya pun juga tidak akan diberikan saluran air, fasilitas yang diberikan hanya lampu, kasur, sofa dan beberapa hal kecil lainnya saja.

"Huuuuhhhhhh untung saja cowo menyebalkan itu gak ada!," ujar Tasya saat memasuki kamar di sampingnya.

Setelah memasuki kamar tersebut Tasya segera manuju kamar mandi dan melangsungkan kegiatan bersih-bersih dirinya. Di tengah kegiatan mandinya, mata Tasya melotot kaget saat ia menyadari bahwa sikat gigi yang ia bawa terjatuh entah dimana pastinya diluar kamar mandi.

Sebenarnya ini bukan masalah besar, hanya saja Tasya lupa membawa baju mandinya yang membuat masalah ini menjadi lumayan parah. Untungnya disaat bersamaan pula tatapan mata lentik Tasya mendarat di sebuah baju mandi berwarna hitam yang tergantung di gantungan kamar mandi tersebut.

Sudah pasti baju itu milik si pemilik kamar mandi, walaupun awalnya ia enggan untuk memakainya, namun tidak ada pilihan lain selain menggunakannya. Karena Tasya pun tidak tahu apakah sikat giginya itu terjatuh masih di area dalam kamar Sagara atau di luar.

Tasya pun keluar kamar mandi menggunakan baju mandi milik Sagara, mata Tasya langsung tertuju pada benda kecil yang harusnya ia bawa kedalam kamar mandi yang tergeletak tepat di samping kasur.

Tanpa ragu-ragu pun Tasya segera menghampiri dan mengambil benda tersebut, betapa terkejutnya Tasya saat ia ingin berdiri dari jongkoknya ia melihat telapak kaki di depannya.

"Gak mungkin?," ujar Aca dengan detak jantung yang bergemuruh. Sebelum melihat wajah si pemilik telapak kaki, Tasya berharap bahwa orang itu bukanlah orang yang ada di pikiran Tasya.

Namanya SagaraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang