Kata orang di dunia ini kita hidup berdampingan dengan Cinta dan Karma.
"Gue gak nyangka, lo beneran ngejar adek gue"~Raga Keven Arkasa
"Bukannya bagus? Lo bakalan punya ipar kayak gue"~Sagara Caesar Airlangga
"Apasih? Emang Aca mau?,"~ Kalissa An...
*Selamat datang di cerita* "Namanya Sagara" Wahai para Cawirku💓💓💓 * * * Eh iya, kalau seumpama ada typo tolong kasih tahu ya, nanti biar di revisi ulang. * * * * 💗
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Akhirnya Sagara berhasil membonceng Tasya tanpa sepengetahuan Raga.
"Kakak ngapain ngotot banget sih mau nganterin Aca?," tanya Tasya penuh harapan timbal balik yang memuaskan.
"Gapapa gabut aja" apa? Gabut? Maksudnya Tasya dibuat temoat gabut saja begitu sama Sagara?.
Tasya yang merasa hanya dibuat bahan gabut saja merasa tak terima, "Berhenti!," Sagara yang masih belum menyadari jika Tasya sedang merasa kesal pun menuruti perkataan Tasya untuk berhenti.
Sagara pikir Tasya sedang kebelet, makanya meminta untuk menghentikan motornya. Pas sekali pula di tempat berhentinya mereka ada sebuah toilet umum, makanya Sagara iya-iya saja.
Sagara baru menyadari jika Tasya sedang marah saat Tasya turun dari motor dengan grusa-grusu lalu melemparkan helm yang ia pakai pada Sagara dengan tidak sopan.
"Eh Ca! Kamu marah?," tanya Sagara tak peka.
'masih nanya lagi, emang ya cowok mah gak ada yang peka' batin Tasya.
"Gak" jawabnya ketus
"Kakak salah apa sama kamu Ca?," sontak Tasya menghentikan langkah kakinya.
Melihat Tasya berhenti Sagara yang mengikuti Tasya perlahan menggunakan motor Ciko pun ikut berhenti.
"Kenapa Ca? Kakak ada salah lagi?,"
"Udah? Gini ya Sagara Caesar Airlangga yang terhormat, kamu bisa berhenti manggil diri kamu kakak-kakak terus gak sih? Aca tuh kesel dengernya!," alisnya ia satukan tak lupa juga pipinya yang menggelembung saat mengatakannya pada Sagara.
Namun bukannya membujuk Tasya, Sagara malah menyempatkan mimincingkan sudut bibirnya sedikit tersenyum, "Kenapa? Gak salah kan? Kakak kan sekarang memang kakak kamu?,"
"Alah udahlah! Tinggalin aja Aca sendiri disini! Kamu pergi aja!,"
"Gak mungkin kan kakak ninggalin anak kecil dijalan sendirian? Lagian kamu masih kec-"
"ACA BUKAN ANAK KECIL!," sangking kesalnya dengan perbuatan Sagara, Tasya mendorong motor Ciko yang dikendarai Sagara, walaupun tidak ada hasil dari dorongannya itu.
Karena tidak ada hasil dari dorongannya itu, akhirnya Tasya kembali melanjutkan jalannya yang dengan sengaja ia hentak-hentakkan menyalurkan rasa kesalnya pada Sagara.