TYM -26-

135 6 1
                                        

Selamat membaca

.
.
.

Malam ini, Aidan dan Aira akan menginap di rumah Ria, berdasarkan permintaan wanita itu sendiri. Jadi, sekarang Aira tengah berada di dapur membantu Ria menyiapkan makan malam. Arsha juga ikut serta membantu menyicipi makanan yang dimasak oleh Ria.

Sementara para perempuan sedang memasak, laki-laki yang berjumlah empat orang itu sedang duduk di ruang keluarga ditemani oleh televisi yang menampilkan kartun kembar berkepala botak. Tidak, lebih tepatnya hanya Arzha dan Dani yang menonton. Akmal dan Aidan sibuk dengan ponselnya masing-masing.

Dua puluh menit berlalu, datanglah Aira dari arah dapur membuat atensi keempat laki-laki itu beralih. Seperti memang sudah menunggu.

"Makan," ucap Aira singkat, padat, dan jelas. Namun, para lelaki itu kompak beranjak dari tempat duduknya, mengekori Aira yang kembali ke dapur. Mereka pun duduk di bangkunya masih-masing.

"Widih ... eh apaan tuh? Aneh banget bentuknya?" tanya Aidan sesaat setelah melihat satu makanan dengan tampilan yang tak karuan.

"Pfft." Akmal susah payah menahan tawanya, sedangkan Aidan sudah tertawa lepas begitu tahu bahwa pemilik masakan itu adalah Aira.

"Ketawa aja Bang, ngga usah ditahan," ucap Aira dengan sebal. Menatap malas Aidan dan Akmal yang kini tertawa terbahak-bahak. Tapi tak lama giliran Aira yang tersenyum senang begitu Aidan dan Akmal terbatuk-batuk tersedak air liurnya sendiri. "Mampus!"

"Hus, udah ngga usah ketawa. Cobain dulu rasanya, enak kok ini." Ria menyendokkan masakan Aira itu ke dalam piring Aidan dan Akmal.

"Oke lumayanlah," komentar Aidan setelah mencicipinya.

Aira tampak tidak peduli, gadis itu hanya fokus dengan makanannya.

"O iya, kapan kalian ujiannya?" tanya Dani sembari menatap putra kedua dan menantu kesayangannya.

"Hari Senin udah ujian, Pah," jawab Aira.

"Lusa dong berarti? Wah ngga kerasa ya," timpal Ria Dengan wajah senang.

"Kok Mama kayak seneng banget kita mau ujian?" tanya Aidan yang heran dengan sikap Ria. Padahal jantungnya sudah jedag jedug sebab ujian sudah ada di depan mata.

"Iyadong, kalian kalo abis ujian kan kita adain resepsi pernikahan."

"Nikah? Bang Aidan mau nikah lagi?" tanya Arsha dengan wajah terkejut, menghentikan makannya.

Arzha pun turut menimpali, "Kak Aira kan udah ada, Bang Aidan punya cewe lain?"

"Heh mulutnya, sembarangan!" Tangan Aidan terulur hendak menjitak mulut Arzha, namun dihentikan oleh Dani.

"Bang Aidan nikahnya sama Kak Aira. Cuma kali ini mama mau ngundang banyak orang, dulu kan cuma keluarga aja yang datang. Bakalan banyak makanan juga," jawaban Ria membuat dua bocah kembar itu manggut-manggut dengan wajah berbinar.

Jari telunjuk Arzha menunjuk Akmal yang sedang meneguk air, "Bang Akmal kan lebih tua, kenapa belum nikah?" tanyanya membuat sang pemilik nama tersedak hingga terbatuk-batuk.

***

Aira masuk ke dalam kamar usai membantu Ria mencuci piring kotor dan mendapati Aidan yang sedang tengkurap di atas kasur. Cowok yang sedang bermain ponsel itu tiba-tiba mengalihkan pandangannya dari ponsel ke Aira yang berjalan masuk.

Aira menatap Aidan yang juga menatapnya dalam diam, lalu melesat ke kamar mandi. Sepeninggal Aira, Aidan segera menyimpan ponselnya dan mengubah posisinya menjadi duduk. Menatap pintu kamar mandi, menanti Aira keluar dari sana.

The Young MarriageCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang