Chapter 43

1.9K 124 31
                                        

Jam makan siang.

Lobby kantor.

"Siang pak" sapa Tari saat berpapasan dengan Paul Nayl yang juga ingin ke kantin

"Siang Tar, sendirian aja?" Jawab Nayl

"Iya pak, Salsa dia bawa bekal mangkanya ga ikut ke kantin" jawab Tari

"Rajin juga tu kaka ipar, tumben" tambah Paul

Tari hanya tersenyum menanggapi

"Permisi mba Tari, Salsa kemana ya?" Tanya Gita tiba-tiba menghampiri mereka

Tari menatap heran dan tentu curiga.

"Biasa aja kali mba, aku ga akan ngapa-ngapain. Itu loh ada paket katanya atas nama Salsa" tambah Gita

"Paket apa Gita?" Tanya Paul

"Ya mana saya tau bapak Paul yang terhormat" ucap Gita penuh penekanan

"Kita cek aja Ul" ujar Nayl

"Ayo Tar"

Mereka bertiga berjalan mendekati repsesionis.

"Tapi kepo juga si, misterius banget. Terus Pak Paul pak Nayl mba Tari mukanya juga panik denger ada paket buat Salsa. Kalau cuman paket biasa harusnya mereka biasa aja gak si? Nguping ah..." Gita lalu diam-diam dan perlahan mendekat menguping obrolan ketiga serangkai itu

"Dari siapa ini?" tanya Paul pada karyawan yang bertugas di lobby itu

"Kurir tidak menyebutkan nama pengirim pak, dia hanya bilang bahwa ini paket atas nama mba Salsabil" jawab nya

"Pak, apa ini salah satu bentuk teror lagi untuk Salsa?" bisik Tari

"Kayaknya gitu, kita amanin dulu Ul ayok" ujar Nayl lalu ia membalikan badannya pergi kembali ke arah ruangannya di ikuti Paul dan Tari di belakang mereka berdua

Ketiga sahabat Salsa itu tidak ada yang sadar bahwa ada seseorang yang mendengar ucapan mereka tadi. Yapp dia Gita.

"Teror? Salsa takut teror? maksud nya di kantor ini ada teroris gitu?"

"Ihh kuno banget masa dua ribu dua lima masih aja percaya teror gitu"

"Norak deh dia, bilang aja kalau mau caper huu"

"Ada apa ini? Saya dengar tadi ada keramaian di sini" ucap Ront tiba-tiba datang dari arah luar kantor

Ya, sebelum jam makan siang tadi Rony di jadwalkan untuk mengikuti meeting di luar dan di dampingi oleh pak Robi.

"Siang pak Rony, siang pak Robi" Sapa staf keamanan

"Ada apa ini To?" tanya Robi

"Ooh gada apa-apa kok pak, tadi ada tukang paket aja. Gatau tuh kenapa heboh banget" jawab Dito

"Gita" Panggil Robi

Gita pun merasa terpanggil ia menghampiri Robi dan Rony

"Ada apa? Kenapa kamu heboh sendiri gitu?"

"jangan bikin papah malu lagi Gita." bisik Robi setelahnya

"Engga pah, tenang aja." Gadis itu melirik ke samping Papah nya

"Eh pak Rony, hallo bapak selamat siang gimana tadi meeting nya aman pak?" Sapa nya dengan centil

"Iya aman, tadi ada kejadian apa?" ujar Rony

"Ooh tadi, gada apa-apa si pak cuman tukang paket aja misterius gitu paketnya" jawab Gita

"Misterius gimna maksudnya? dan siapa yang menerima paket itu?" Pancing Rony

CINTA DARI MISI Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang