Jujur Salsa masih terpukau dengan suprise ini, gadis itu pikir Rony hanya mengajaknya ke sebuah restoran biasa tapi ternyata ini luar biasa....
"sooo beutifull, makasih yaaa" ucap Salsa
"anytime to ibu caca..." jawab Rony
"aku udah lama ga liat laut"
"iya aku tau, terakhir kan kita liat laut waktu pulang sekolah sama Anggis dan Nabila saat itu kita masih baku hantam yaa Ca hahaha"
"Selamat yaaa istri ku, sudah sukses di dunia pendidikannya. Aku bisa bayangin, anak aku pasti akan pintar sekali jika ibu nya kamu Ca...." tambah Rony
"Istri-istri, masih calon kali" jawab Salsa
"Iyaa 2 bulan lagi kan, gak sabar aku"
"Ron, aku ga pernah bayangin bakal jadi istri dari bujang kolot yang suka sekali buat aku emosi tiap ketemu. kamu bukan cuman setitik kebahagiaan buat aku, kamu kebahagiaan yang sesungguhnya" lirih Salsa
"Caa...asal kamu tau, dari kita kecil aku udah jatuh hati sama kamu. Dulu mamih selalu bilang 'kamu ga boleh nakal sama Sasa karna dia istrimu di masa depan nanti nak' jadi aku selalu panggil istri waktu itu ke kamu , tapi papih selalu bilang ga boleh karna kita belum cukup umur. Kamu tau apa yang buat aku semangat kuliah di luar negri?"ucap Rony
"Apa?"
"Kamuu..."
"kok aku?"
"Lagi-lagi ini tipu daya mamih, kata mamih 'Ron, kata bunda Sasa kalau kamu mau sama anak nya kamu harus pintar harus jadi laki-laki hebat, dan di luar negri kamu akan bisa dapetin semuanya ayo semangat kuliahnya' gituu" cerita Rony
Salsa tersenyum tipis "Kalau kamu jatuh hati sama aku sejak kecil, laluuu...mengapa ada shania di masa itu?"
Rony menghala nafas sejenak "Aku sempet kembali ke Indonesia waktu liburan pertama, aku berharap bisa ketemu sama kamu waktu itu aku berniat mengatakan cinta karna aku pikir aku sudah jadi laki-laki hebat bisa sampai luar negri, tapi ternyata Anggis bilang kamu sudah pindah ke Surabaya, waktu itu aku ga sengaja nguping mamih lagi telpon sama bunda dan bunda bilang kamu sedang pergi ke luar bersama lelaki yang aku lupa namanya, jadi ya aku pikir kamu sudah punya suami saat itu Caa..."