Chapter 27

2.8K 158 3
                                        

BENTAR, MAU UCAPAIN BANGGA DULU BUAT COWO CEWE KU YANG BORONG PIALA 2 MALAM KEMARIN 😭😭😭💙

KEREN! KEREN BNGGGT.

ga nyangka bakal temenin kalian sampai sekarang, tahun depan di tunggu gebrakannya yaaa! 😍

Selamat membacaaa, uhuyyy😘

janlup votenya ya sayang<3

-minthor cimis.

___________

"Tim terakhir yang akan masuk ke babak pengukuhan adalah........."

"Bismillah, apapun hasilnya itu yang terbaik" ucap Raden menguatkan kedua perempuan di sampingnya

Tim R A N kini saling bahu membahu, memberi ketenangan masing-masing. Sebab sudah 4 Tim  yang di sebutkan masuk ke pengukuhan Tim mereka belum masuk salah satunya, inilah harapan terakhirnya.

"Nab, Nggis apapun yang terjadi kalian hebat! Kita hebat oke?"

"Aku takut Den, gimana kalo kita ga masuk ke babak dua. Pa Bima pasti kecewa bukan pak Bima aja tapi ada papah mamah abang aku" ucap Anggis bergetar menahan tangisnya

"Husss, ga boleh mikir ke sana. Doa nya kencengin lagi"

Ya allah, bantu Nab dan Tim buat raih piala impian itu ya allah

Jika memang jalannya, engkau pasti mempermudahnya

Semua hamba serahkan padamu pemilik, alam semesta.

"Tim SMA High School jakarta, selamat kamu menjadi Tim terakhir yang lolos masuk ke babak pengukuhan" ucap sang pemandu bersemangat

Gemuruh tepukan juga teriakan dari supporter kala itu benar-benar memenuhi gedung Olimpiade.

"Alhamdulillah ya allah, selamat guysss" ucap Anggis memeluk Raden dan Nabila berbarengan

"Masya allah, masya allah. Alhamdulillah ya allah"

"Huuu, aku lemes banget" Ucap Nabila masih di pelukan Anggis

"Nab, okey?" Tanya Raden yang dulu melepaskan pelukan persahabatan nya itu

Nabila hanya menggeleng kan kepalanya

"Raden, kamu wakilin  kita untuk ambil rompi pengukuhannya ya. Aku biar bawa Nabila ke ruangan"

"Engga Anggis, kamu yang wakilin. Biar aku yang antar Nabila ke ruangan istirahat" ucap Raden

"Tapi kamu kapten Den"

"Gada kapten gada anggota, kita bertiga satu Tim yang dimana kedudukannya sama aja. Kamu ambil ya, aku bawa Nabila dulu kasian dia udah lemes"

Anggis menganggukan kepalanya "Titip ya Raden, Hati-hati"

"Eh, Bun Nabila kenapa di bawa gitu?" Ucap Salsa melihat Nabila di bopong ke arah ruangan istirahat

"Kayaknya adikmu sakit Ca, ayo kita samper ke sana. Ayo ayah"

"Ayo Ayo"

Di perjalanan menuju ke ruang istirahat keluarga Salsa berpapasan dengan keluarga Rony.

"Jeng Lista, Hai apa kabar" sama Mama Rosa

"Ya allah Ros, aku baik kamu gimana?" tanya balik Lista

"Alhamdulillah baik juga, Mas Danu apa kabar?"

"Baik Rose"

"Ini Salsa anak ku" ucap Lista mengenali Salsa

"Ya allah Ca, kamu sudah gadis sudah cantik poll. Hampir 5 tahun toh kita gak ketemu"

CINTA DARI MISI Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang