Chapter 47

2K 117 11
                                        

"Langsung saja. Saya ke sini ingin bertanya sama kamu dan saya harap kamu jawab yang sebenarnya dan sejujurnya" ucap Rony setelah mereka tiba di ruangan

"Baik Pak" Dadang tertunduk takut mendengar ucapan Rony itu

Sambil memperlihatkan beberapa mutasi kantor Rony bertanya "Apa benar semua barang ini masuk ke proyek?"

Dadang membaca satu persatu isi dari kertas yang Rony sodorkan.

"Jawab" ujar Paul sudah gemas melihatnya Dadang hanya diam

"Eng-ngga Tuan" Dengan tersentak Dadang menjawab

Rony dan Paul saling bertatap

"Kamu tidak akan dapat masalah jika kamu jujur dan ceritakan semuanya pada daya dan juga Tuan Rony" Ucap Paul

"Barang yang ada di mutasi itu memang gak pernah ada pak di proyek kita, ini hanya akal-akalan pak Robi agar dia bisa memakai uangnya untuk kepentingan pribadinya. Pak Dadang dan saya di paksa tutup mulut kalau kami membantah printah bliau kita semua di sini yang akan kena imbasnya." Bukan Dadang yang menjawab melainkan pak Tomi yang datang tiba-tiba

"Tuan, saya benar-benar minta maaf. Bukan maksud saya dan pak Dadang membantu jalan korupsi oak Robi Tuan. Tapi benar sungguh kuta tidak ada pilihan lain selain menyembunyikan ini" Lirih Tomi

"Sudah berapa lama pak Robi menggelapkan dana proyek?" tanya Paul

"Semenjak proyek ini di pegang beliau pak" jawab Dadang

"Berapa sering dia menggelapkan dana?"

"Setiap perusahaan kirim dana untuk bangunan pak Robi pasti selalu ke sini, dan hanya memberikan 5% dsei apa yang perusahaan kasih"

Paul menarik Rony sedikit menjauh dari Tomi juga Dadang

"Gimana lanjutnya?" tanya Paul

"Gua akan kasusin ini Ul, tapi secara diam-diam. Tiga hari lagi jadwal dana keluar untuk proyek ini. Kita psang cctv dan mikrofon di sini, itu nanti bisa jadi barang bukti" Jawab Rony

Paul hanya mengangguk "Mereka gimana?"

Rony langsung menghampiri Tomi dan Dadang.

"Kalian tidak mau kan saya bawa ke dalam masalah ini?" Ujar Rony srius

"Enggak tuan"

"Panggil saya pak saja"

"Baik, pak Rony"

Lalu Rony menjelaskan rencana untuk menjebak Robi di sana kepada Dadang dan Tomi.

Setelah urusan proyek selesai mereka pun kembali ke Jakarta lagi.

_____

Jakarta.

Hari sudah menunjukan pukul 6 sore.

"Masalah kantor udah ada benang merahnya Ul, sekarang tinggal masalah gua sama Salsa-"

"Gua ga ikutan soal itu, bukan urusan gua Ron" jawab Paul

"Ul tap-"

"Percaya sama gua, Salsa lebih seneng kalau lo bisa selesain masalah percintaan kalian sendiri. Jangan semua masalah lo libatin ke orang-orang di sekitar lo Ron, bukan gua ga mau bantu, gua ada di sini kalau lo butuh banget" ujar Paul ia kalau menepuk bahu kanan Rony 

"Gua duluan" Tambah nya

_______

"Sayang, bos kamu lama banget ya udah sejam lebih kita nunggu di sini"

"Sabar sayang, inih aku baru di kabarin Paul katanya mereka baru sampai bandara. Mungkin lagi otewe ke sini" jawab Nayl

"Yaa oke deh"

CINTA DARI MISI Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang