Chapter 31

2.9K 162 6
                                        

"Papah nya Rony tawarin kerjaan ini waktu kemarin di rumah, ya sambil nunggu revisian yaudah gua ambil aja" jawab Salsa

"Oalah, tapi emang bener si Sal lo itu kinerjanya bagus kemarin waktu partime jadi model omset kita naik banget" ucap Nayl

"Betul tuh, lagian ada lo disini bagus juga buat penghalang" tambah Paul

"Penghalang apa?" Heran Salsa

Nayl dan Paul bertatapan

"Sal, gimana nasi rames di kantin ini enak to?" Nayl mengalihkan

"Enak bang home made banget"

"Yoi"

"Permisi"

"Tar, ada apa?"

"Maaf ganggu kalian, Salsa di panggil pak bos katanya di tunggu di ruangannya" Ucap Tari ia adalah salah satu staff di sana

"Pak bos? Siapa anaknya atau bapaknya ni bang, Ul?" tanya Salsa menatap laki-laki di hadapannya

"Kalo bapaknya ga mungkin, karna lagi di kantor lain" Ucap Nayl

"Yaudah ini mah siapa lagi kalo bukan"

"Makasih ya Mba Tari saya segera ke sana"

"Oke Sal, duluan ya"

"Siapp"

"Temuin deh Sal, takutnya ada hal yang harus lo tau atau dia minta laporan gitu biasanya" ucap Nayl

"Orang belum sehari kerja, udah di pinta laporan kasian banget nasib lo Sal" tambah Paul

"Kalo gitu, gua ke sana dulu ya gapapa kan?"

"Gapapa"

"Duluan ya bang, Powl"

"Amaan"

Salsa pun berjalan ke arah kantor lagi.

_________

Baru ia mau mengetok pintu ruangan nya, Rony sudah lebih dulu menariknya ke dalam

"Ron, ihh kalo karyawan yang lain tadi liat gimana? aku bisa di cap jelek sama mereka" ucap Salsa melepaskan genggaman nya

"Maaf, abisnya kamu kan tadi aku bilang makan siang bareng aku. Waktu di samper ke ruangan malah gada, malah pilih makan siang di kantin" ucap Rony lembut tapi dia kesal

"Bukannya bang Nayl tadi uda ngajak? Katanya kamu masih sibuk, aku laper yaudah aku ikut mereka" Jawab Salsa lalu ia duduk di sofa panjang yang tak jauh dari meja kerja Rony

Rony hanya diam menatap dengan popeye nya.

"Kenapa kamu?" tanya Salsa

"Laper" bak anak kecil yang sedang merengek pada orang tua nya

"Ya makan dong, pesen aja"

"Kamu temenin ya Ca?"

Salsa menghela nafas, "Iya cepet pesen dulu"

"Okey sayang" Perubahan raut wajah sungguh terlihat  yang tadinya cemberut kini menjadi sumringah kembali.

"Aku temenin bukan berarti aku udah ga marah soal tadi pagi" ucap Salsa sambil memainkan ponselnya

Rony lupa, seharusnya dia bicarakan itu dulu tadi.

Rony beranjak dari tempat duduknya, dia pindah mendekati wanitanya.

"Sayang"

"Abis makan aja" jawab Salsa acuh

"Ihh masih lama sampenya, jadi sekalian aku jelasin yaa" ucap Rony

CINTA DARI MISI Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang