Salsa pulang dengan keadaan mata yang merah, dan tubuh yang sudah melemah.
Paul membantu menurunkan beberapa barang Salsa yang ia bawa tadi.
"Sal, udah semua. Gua bantu masukin ke dalem ya" ujar Paul
"Ehh ga usah Ul, taro aja di situ. Lagian lo harus balik ke kantor udah mau jam 2 ini sana. Makasih ya" jawab Salsa
"Kalau ada apa-apa telpon gua kaka ipar"
"Iyaa, bisa aja lo bule ambil kesempatan"
"Harus dong, kan kata lo restu Bunda ayah ada di tangan lo. Jadi lo dulu yang gua ambil restunya" jawab Paul
"Yaayaya, gua masuk ya Ul. Makasih hati-hati lo"
"Yoi kaka ipar"
Salsa memasuki rumahnya, dan Paul setelah menutup pagar ia langsung melanjutkan perjalannya menuju Kantor nya kembali.
_________
Suasana Kantor.
Ruangan Rony.
"Bang, gua-"
"Ron, gua percaya lo udah tiga kali jelasin semuanya Ron. Tapi ini bukan soal lu ke Jepang alasan bohong sama Salsa, banyak Ron permasalahan kalian. Dan cuman Salsa sama lo yang tau semuanya" jawab Nayl
"Tapi masalah apa bang? ini lagi teror? Siapa yang berani kirim teror kaya gini sama Salsa?" ujar Rony
Nayl menggeleng "Gua sama Paul udah coba buat kulik semuanya, gua coba pancing Salsa biar cerita semua nya tapi dia tetep tutup mulut mungkin kalau Tari ga cerita juga gua sama Paul bahkan lo ga akan tau Salsa dapet teror gini Ron"
"Hari jumat kemarin dia ketakutan sampai harus nginep ke rumah Tari, gua Paul coba buat temuin besok paginya berharap dia cerita semuanya. Tapi ga semuanya di cerita Ron, bahkan Salsa sebenernya tau inisial dari yang neror tapi dia gada mau bilang ke Tari Paul ataupun gua" Lanjutnya
Ceklek
Pintu terbuka dan ternyata ada Paul di sana.
Rony segera menghampiri sahabat nya itu
"Ul, Salsa aman?"
Paul menatap dingin "Saya ke sini cuman mau minta tanda tangan bapak di berkas ini" ucap nya
"Ul jawab dulu, Salsa aman kan?"
"Lu kan pacarnya, kenapa lu tanya keadaan dia ke gua?!" bentak Paul
Keadaan hening seperkian detik
"Tanda tangan, berkas itu harus selesai hari ini" Lanjut Paul sebelum dia pergi keluar ruangan
"Gapapa Ron, lagi emosi aja dia" Nayl sang penenang
"Gua gatau kesalahan apa yang gua buat, semuanya tiba-tiba kaya gini. Bang gua mu-"
"Enggak! Kasus pak Robi belum kita pecahin. Lo di larang mundur, lo bukan pengecut Ron tunjukin lagi sikap lo yang awal. Inget janji lo sama bokap lo. " Nayl lalu beranjak
"Tenangin diri lo, gua ke ruangan dulu" ucapnya lalu keluar dari ruangan Rony
______
Salsa memandangi platpon kamarnya, dengan merebahkan tubuhnya yang sudah sangat remuk rasanya.
Ia bangkit lalu menata ke lemari box yang penuh dengan karangan bunga cantik-cantik.
Karangan bunga ini ia Terima dari kekasihnya selama di Jepang, 3 hari pertama Rony selalu mengirimkan karangan bunga ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA DARI MISI
RomanceAku buat cerita ini untuk seneng-seneng aja ya guys☺ 100% haluan aku ini HeHe Enjoy the story ya kakak-kaka ikan ku👀💕oleh
