Yara menatap penutulan dirinya di cermin, kemeja soft blue yang pas di tubuh dan jeans yang mebalut kaki nya, rambut panjang milik nya ia biarkan tergerai. Ini hari pertama nya bekerja di rumah makan sunda sebagai Waitress.
Setelah 3 hari mencoba mencari kerja akhirnya Yara mendaptkan meski tidak kerja full yang penting ia bisa bekerja dan tidak menganggur di kos.
Pekerjaan kali ini hanya part time satu minggu 3 kali ia mendapat jadwal dan bayaran nya pun perminggu sebanyak 300 ribu. Mungkin jika dulu ia mendapatkan tawaran ini ia tidak akan menerima nya karena bayaran yang di dapat sama sekali tidak menutupi kebutuhan nya. Karena sekarang ia memiliki tabungan dari gaji sebelum nya tidak apa mengambil pekerjaan ini untuk mengisi waktu luang dan mendapat sedikit pemasukan pikir nya.
"Ra! Ayok" suara Anna terdengar di ambang pintu.
Kali ini mereka berangkat bersama menggunkan bus, tempat nya tidak jauh hanya 20 menit dari kos nya sekarang.
"Iya!" Dengan cepat Yara menggunkan sepatu milik nya dan menyusul Anna yang sudah di halaman depan dekat gerbang.
"Siap?" Anna menatap Yara dengan mata binar penuh semangat.
Yara tersenyum menatap Anna kembali. "Siap!" Seru nya dengan nada semangat.
Kedua gadis itu berjalan beriringan menuju gang, meski memiliki nasib yang hampir sama kedua nya tidak menyerah dalam hidup mereka memilih untuk saling menguatkan satu sama lain.
***
Dilain sisi seorang pria dengan penampilan berantakan sedang memijat pangkal hidung nya, rasa pusing yang sudah ia rasakan 2 hari lalu tidak kunjung hilang. Puluhan kertas tergeletak di atas meja kerja.
Rambut berantakan, kantung mata terlihat jelas, kemeja yang sudah ia gunakan selama 3 hari belum di ganti. Mandi? Bahkan dia tidak terpikir hal itu yang ada di otak nya hanya ingin menyelesaikan semua ini secepat mungkin dan kembali ke permukaan bumi menemui gadis cantik yang mengusik pikiran nya.
Bagaimana tidak bukan hanya karena rindu oleh gadis itu, Rion di buat semakin tertekan karena tau nomor nya di blokir oleh Yara satu hari setelah diirnya tiba disini. Entah apa maksud nya yang terpenting saat ini ia ingin sekali mendengar suara gadis itu.
Rion tidak bisa pergi begitu saja meninggalkan Laboratorium ini dan menemui Yara untuk meminta penjelasan atas tindakan gadis itu.
Pada akhirnya hanya satu hal yang bisa ia lakukan, meminta orang lain memantau pergerakan gadis itu dan mengirim setiap rincian nya.
Ponsel pribadi nya berdering pertanda pesan masuk.
(Picture)
'Target pergi menaiki bus bersama teman wanita nya'
Begitu lah pesan yang di terima Rion, wajah yang semua penuh kelelahan kini menjadi lebih baik, senyum tipis terbit di wajah nya. Melihat punggung kecil yang di balut kemeja biru.
Rion jadi membayangkan secantik apa Yara pagi ini. Gadis itu selalu terlihat manis dengan baju sederhana dan make up tipis nya.
'Saya mau lihat wajah nya'
Setelah mengirim pesan Rion mematikan ponselnya dan kembali bekerja.
5 menit setelah nya ponsel itu kembali berdering, wajah cantik seorang gadis yang sedang tertawa dan bercanda bersama teman nya. Tidak hanya 1 foto ada 20 foto lebih yang terkirim ke ponsel nya.
Senyum manis terbit diwajah Rion, dia tidak bisa menahan senyum nya setelah melihat wajah cantik seorang gadis yang membuat nya tergila-gila.
Satu pesan masuk lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Crazy
FantasySkayara Abhista seorang gadis yang baru saja lulus sekolah menengah Atas sebenarnya ia lulus 3 bulan lalu dan sekarang tengah mencari pekerjaan. Sudah berusaha mencari kemana-mana tetapi diri nya belum mendapatkan pekerjaan. Sahabat nya yang bernam...
