Part 41 [END]

1.9K 64 9
                                        

Barang-barang sudah di tata dengan rapi, studi musik pun sudah di hias dengan sedemikian rupan. Beres-beres rumah telah selesai. Di rumah baru Sheila dan Febi, hanya tersisa mereka bertiga. Satria pamit pulang karena hendak bermain PS bersama teman-temannya.

Karena mulai merasa lapar, Dania memesan seblak level sedang. Tak lupa memesankan juga untuk Sheila dan Febi.

"Eh, namanya cantik banget." Celetuk Febi, ia teringat pada nama perempuan yang di taksir oleh Dania.

"Siapa?" Kepo Sheila.

"Itu tuh, Dania lagi naksir sama temen sekampusnya. Nama orangnya cantik banget loh, Shei. Nadhira Seraphina, iya kan?"

"Loh, cewek?"

"Lo dari tadi nggak denger? Padahal kita lagi gibahin dia."

"Gue asik main gitar sih tadi."

Febi hanya menatap malas, ia memperhatikan Dania yang masih berkutat dengan ponselnya. Hmm, Febi tuh rasanya ke pengin Dania punya pacar juga. Cuman terasa susah. Soalnya Dania itu orang yang jarang bisa jatuh cinta, sekalinya jatuh cinta malah seperti ini, menaruh suka terhadap orang yang salah.

Masa iya, dirinya harus membuat Nadhira menjadi suka perempuan akibat rasa sukanya? Kan, tidak mungkin. Malahan itu adalah pilihan yang buruk. Membuat orang yang tidak tau apa-apa menjadi salah satu penyuka sesama jenis, itu bukanlah hal yang sepele, itu adalah masalah besar yang tidak di perbolehkan untuk dilakukan.

Kasihan loh jadinya.

Tetapi Febi juga ingin melihat Dania bermesra-mesraan bersama pasangannya, terus di pamerkan dan di perkenalkan kepada dirinya.

"Eh! Nadhira update status!"

"Mana-mana?!"

Dania menaruh ponselnya di atas meja, ia memperlihatkan layar ponselnya kepada dua pasangan itu. Terlihat jelas bahwa Nadhira memposting foto tangan seakan memegang gas motor.

"Tangan siapa tuh?" Tanya Febi.

"Kalo di lihat-lihat sih, tangan dia. Soalnya Dania inget banget kalo Nadhira pake gelang tridatu."

Febi dan Dania saling menatap. Mereka memiliki pikiran yang sama.

"Tadi kamu pesen seblak nya atas nama siapa?"

"Kak Febi."

"Oke...terus. Nama ojolnya siapa?"

"Sera." Dania menatap foto Nadhira, mendadak ia melotot kan mata. Begitu juga dengan Febi. Sheila yang tak tau apa-apa hanya terdiam serta menatap bingung.

"Jangan bilang Nadhira jadi ojol?!" Kompak Febi dan Dania.

Kedua adik kakak itu saling tatap tak percaya. Febi tersenyum bahagia, kalau memang itu benar—mungkin ini adalah kesempatan Dania tuk berbicara dengan Nadhira. Selama ini kan, Dania dan Nadhira tidak pernah berbicara satu sama lain selama di jurusan yang sama.

Namun Dania kelabakan, "Kak Febi! Catokan kakak dimana?! Dania perlu dandan yang cantik dulu! Ya kali cuman pake koloran gini doang!"

"Di kamar! Buruan gih! Kakak siapin baju buat kamu!"

Sheila hanya menatap keduanya dengan penasaran, ia memilih duduk santai di sofa sembari memainkan ponsel Dania. Sheila meneliti lagi status Nadhira. Febi dan Dania sibuk ber make-up di kamar. Foto profil Nadhira di lihat oleh Sheila, ia memperhatikan beberapa postingan di akun itu.

Sebentar....

Ia merasa tak asing.

"Dania!" Teriak Sheila, "Bukannya dia adek kak Luna, ya?!"

Us Relationship Never EndsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang