Part 21

1.5K 91 17
                                        

Jam 4 subuh, Sheila dan Febi terbangun dari tidurnya.

Entah karena apa, namun keduanya sama-sama terbangun walaupun hanya berbeda menit.

"Mata gue tiba-tiba seger banget." Ujar Febi, sesekali menggosok area hidungnya yang terasa gatal.

"Sama."

"Ke pantai yuk."

"Sekarang?"

"Iya. Gue ke pengin liat sunrise di pantai. Kayaknya udah cocok kok kalo perginya dari sekarang."

"Makan dulu. Baru kita pergi."

"Emang mau makan apa? Nyokap lo belum bangun kan sekarang?"

"Belum. Tapi, kita bisa masak sendiri."

"Gue takut nyokap lo ke bangun."

"Nyokap gue kalo bobo kayak orang mati. Nggak bakal bangun kayaknya."

"Njing, mulutnya kayak nggak di sekolahin banget."

Sheila tertawa mendengarnya, ia menarik lengan Febi agar ke kamar mandi dahulu. Tentunya dengan dirinya juga.

"Cuci muka gih. Sikat gigi juga."

"Sikat gigi lebih ada nggak? Masa gue make sikat gigi punya lo."

"Tuh." Sheila menunjuk sikat gigi berbentuk dinosaurus. Masih di segel dan belum terbuka. Sontak Febi memukul pelan bahu Sheila.

Yang benar saja Sheila membeli sikat gigi berbentuk dinosaurus kepadanya yang sudah menginjak usia remaja ini?!

Ah! yang benar saja Sheila!

"Lo pikir gue anak kecil njing?"

"Lo 'kan emang masih kecil di mata gue," Sheila tersenyum tipis saat melihat Febi membuka segel sikat gigi itu, ia tak segan mengoleskan odol ke sikat gigi Febi, "Lagian cocok-cocok aja kok kalonya lo yang make, jadi makin lucu."

Febi tak menanggapi ucapan Sheila. Diam-diam ia tersenyum, padahal ada sikat gigi yang berada di mulutnya.

Aduh Sheila, lo bikin anak orang salting mulu deh.

***

"Lo bisa masak nggak sih njing?! Masa goreng telur aja gosongi?!"

"Gue mana bisa masak sat! Lagian kenapa sih, lo malah nyuruh gue goreng telur?!"

Keadaan dapur kali ini kacau balau. Febi yang di suruh Sheila untuk menggoreng telur jadi gosong. Katanya sih karena apinya terlalu besar, dan Febi tak terlalu memperhatikan kompor.

Akhirnya Sheila menyuruh Febi untuk duduk di kursi dapur, sembari menunggu dirinya yang memasak nasi goreng dengan bumbu instan. Sarapan pagi dengan nasi goreng tidak terlalu buruk, kan?

Febi terus memperhatikan punggung belakang Sheila yang memasak, serta memakai celemek di badannya. Aduh, Febi jadi pengen peluk Sheila dari belakang deh. Kayak lucu aja.

Ia geleng-geleng kepala akibat pikirannya itu.

"Lo mandi aja dulu." Ucap Sheila setelah mematikan kompor, ia mengambil dua buah piring lalu menuangkan nasi goreng ke piring. Selepasnya, ia membawa kedua piring itu ke atas meja makan, serta mengambil sendok agar Febi tidak perlu mengambil sendok lagi.

Ih, Sheila perhatian banget yak.

Sendok aja di sediakan langsung sama Sheila.

Masak aja Sheila.

Cuci piring juga Sheila.

Semuanya sudah di tanggung sama Sheila.

Pacar idaman banget gak sih?

Us Relationship Never EndsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang