Extra Chapter XXXVIII

824 53 0
                                        

" Jangan Menangis" Ujar Wangji pelan sembari mengangkat tangannya mengusap air mata Wuxian lembut. Sebelum duduk didepan Wuxian.

" Lan Zhan.. maaf aku membangunkanmu"

" Tidak.. aku sudah cukup istirahat.. aku merasa sakit ketika mendengar kau menangis seperti itu " Ujar Wangji yang masih mengelus wajah Wuxian lembut, Wuxian benar – benar tidak mengerti mengapa tapi perlakukan Wangji padanya justru membuat ia semakin sedih dan terharu, air matanya seperti tidak bisa beherhenti mengalir. Wuxian menggenggam tangan kekar itu mencium telapak tangannya lembut sebelum menangis sendu dengan tangan Wangji yang masih menempel di pipinya.

" Apa kau sudah tahu apa yang terjadi ?"

" Hmm.. Aku sudah mendengar dari Wu Lian selama aku dikurung dan hanya bisa terbaring disana selama seminggu, aku hanya bisa mengandalkan Wu Lian dan Lian Mei. Mereka yang akan mengurus semua untuk ku sayangnya aku terlambat memulihkan kondisiku hingga paman menjadi korbannya"

" Tunggu dulu terkurung ?"

" Hmm.. aku dikurung oleh Jiang Cheng dan Nyonya Yu dipenjara bawah tanah Lian Huawu. Aku salah perhitungan dengan mengahancurkan Yin Hufu saat aku di kurung, aku kira aku sudah mati disana"

" Kau pasti sangat menderita" Ujar Wangji mengusap wajah Wuxian lembut " Maafkan aku... aku tidak bisa menemukanmu lebih awal"

" Tidak, ini bukan salahmu" ujar Wuxian menggelang pelan.

" Wei Ying" Gumam Wangji sendu ketika melihat Wuxian yang berusaha menahan isak tangisnya, mata manis itu saat ini sudah sembab karena menahan air yang begitu banyak disana.

" Wei Ying .. menangislah" Ujar Wangji mendekap Wuxian hanyat, Wuxian hanya bisa membenamkan wajahnya dalam dekapan Wangji menangis sejadi – jadinya melepaskan semua kesedikan, kekecewaan, kemarahan, rasa bersalah yang selama ini sudah ia pendam dalam – dalam.

Wangji menutup matanya medengar tangisan Wuxian yang begitu menyayat hatinya,ia hanya bisa mengelus kepala Wuxian lembut memberikan ketenangan pada pemuda yang saat ini tengah menangis sesenggukan dalam pelukannya.

" Sudah merasa baikan ?" Ujar Wangji ketika Wuxian mulai menganggkat kepalanya menatap Wangji dengan mata sembab.

" Hmm .. Sudah"

" Kau tahu terkadang mengis memang membuat kita merasa lebih lega, tapi aku harap kau tidak melakukan hal ini lagi" ujar Wangji tersenyum simpul.

" kenapa ?"

" Kau membuat ku merasa sakit" Gumam Wangji yang membuat Wuxian tertawa pelan

" Ternyata kau bisa menggobal juga"

" Wei Ying,..setelah ini apapun yang terjadi aku akan selalu bersamamu"

" Lan Zhan"

Wangji mendekati Wuxian dengan begitu lembut mengecup bibir ramun itu singgkat sebelum ia tersenyum menghapus sisa air mata diwajah Wuxian.

" Wei Ying.. Aku mencintaimu" Ujar Wangji yang membuat Wuxian menatapnya dengan mata bebinar

" Lan Zhan"

Dengan lembut mereka kembali bercumbu, melepaskan semua kerinduan mereka.

" L-Lan Zhan"

" Wei Ying.. maaf aku rasa malam ini aku tidak bisa berhenti" ujar Wangji yang membuat Wuxian terperanjat kaget.

only youTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang