Setelah malam itu, Elise pun sudah mendapatkan semua informasi yang dikatakan oleh Draco. Beban yang selama ini Draco genggam secara perlahan mulai ringan, dia takut jika Elise akan ketakutan karena statusnya yang merupakan ketua Mafia Dark Knight
Bahkan saat ini Elise sedang dalam perjalanan menuju markas Dark Knight. Tentu saja, Draco awalnya melarang. Tapi setelah bujukan demi bujukan akhirnya dia luluh
Tepat saat turun dari mobil, Elise dan Draco disambut oleh bawahannya yang menunduk sopan menyambut ketua yang sebelumnya sudah diberitahu
Draco menggenggam tangan Elise erat dengan ekspresi datar. Sangat berbeda dengan Elise yang tersenyum sopan kepada bawahan ayahnya itu
Disana Elise dibawa ayahnya menyelusuri beberapa ruangan sembari sang ayah menjelaskan dengan pelan. Hal itu sontak membuat beberapa bawahan yang mengikuti dari belakang sangat terkejut
Bos mereka yang selalu memasang wajah datar dan kejam ternyata bisa berbicara lembut kepada orang lain. Berbeda sekali jika bosnya berhadapan dengan bawahannya
"Elise!!" panggil David dari kejauhan yang sedang mengenakan pakaian olahraga. Sepertinya dia selesai berolahraga
"Kak David" ucap Elise sembari melambai dan mengajak David untuk mendekat
"Pas sekali kau disini David. Sayang, Papà harus ke ruangan dulu untuk menandatangani berkas kau bisa menyelusuri markas bersama David. Ian kau juga temani anakku, dan yang lainnya boleh bubar" ucap Draco yang diangguki patuh oleh Elise
Setelah itu David bersama Thomas yang mengikutinya dari belakang. Kemudian David mengajak Elise untuk memasuki arena tinju yang berada di markas
"Setiap anggota baru akan direkrut oleh Sir Ian" ucap David membari menunjuk kearah seorang laki-laki yang berusia 35 tahun yang sedari tadi mengikuti dari belakang mereka
Mendengar nama seseorang yang pernah Elise dengar, dia langsung menolehkan pandangannya
"Loh, paman kan yang kemarin itu kan. Astaga.... Apa luka paman masih sakit? Paman seharusnya beristirahat" ucap khawatir Elise saat melihat beberapa memar di wajahnya
Mendengar kekhawatiran anak bosnya membuat Ian tersenyum "Tidak apa, Nona. Luka ini tidak seberapa dengan keberanian Nona muda yang menyelamatkan hidup saya" ucap Ian
"Itu tidak seberapa paman" ucap Elise
"Kak David, kenapa di markas ini ada ruang tinju?" tanya Elise kepada David
"Tentu saja untuk bertarung. Biar kujelaskan"
"Setiap calon anggota baru yang akan bergabung, dia akan melewati beberapa latihan dan pengujian yaitu pengujian fisik dan pengujian menggunakan senjata. Setelah melewati itu semua, mereka akan masuk ke pengujian terakhir yaitu battle in the ring" jelas David
"Calon anggota akan bertarung satu sama lain, sampai salah satu dari mereka sekarat atau mati. Setelah itu mereka akan ditempat tugaskan oleh Sir Ian" jelas David
"Kalau Kak David sendiri?" tanya Elise kepada David
David menggeleng, "Usiaku belum 20. Jadi aku masih belum bisa untuk bertarung dan saat ini masih di tahap training" jelas David yang diangguki paham Elise
"Kalau begitu berati ada tempat latihan bersenjata. Apa boleh kita kesana?" tanya Elise yang membuat David menoleh kearah Ian
"Eee.... Sir?" tanya David ragu. Ian juga sebenarnya ingin menolak, karena sebelumnya bosnya memberitahu agar tidak mengajak Elise ke tempat itu
"Tidak bisa, Nona. Bos bilang, Nona tidak diijinkan kesana" tolak David yang membuat Elise kecewa
"Pasti Papà yang melarang. Bolehlah Paman, Elise janji tidak akan mengganggu" mohon Elise sembari menaruh kepalan tangannya kedepan dada
KAMU SEDANG MEMBACA
HIRAETH
Fiksi PenggemarSebagai anak dari Dewi Perang Athena, Elise sudah terbiasa untuk bersikap perfeksionis dan mengendalikan emosinya. Elise ditugaskan Dewa Zeus untuk mengawasi "Utusan Dewa" di dunia manusia, agar tidak seenaknya menggunakan kekuatan. Akan tetapi, du...
