Tiga tahun berlalu, setelah Elise menuntaskan misinya. Kali ini dia diapanggil oleh Dewa Zeus untuk memberitahu misi selanjutnya
"Misi kali ini akan sedikit rumit Elise" ucap Dewa Zeus memulai percapakan mereka
"Rumit seperti apa Dewa Zeus?" tanya Elise
"Tugasmu adalah memastikan keselamatan salah satu Utusan Dewa. Tetapi, kau juga harus masuk ke salah satu organisasi gelap"
"Kenapa saya harus bergabung?" tanya Elise
"Dengan bergabung dengan orgenisasi gelap, maka kau akan mendapatkan kepercayaan, kekuatan dan kemudahan. Nanti kau akan merasakannya saat menjalankan beberapa misi selanjutnya" jelas Dewa Zeus
"Bagaimana? Apakah kau sanggup untuk menjalankan misi ini?" tanya Dewa Zeus
Sepertinya misi kali ini akan memakan waktu yang panjang,
Tapi, tidak apalah karena bisa gawat juga jika ada Utusan Dewa yang menggunakan kemampuannya dengan sembarang, batin Elise
.
.
.
.
.
.
"Aku tahu, pasti itu sulit bagimu. Tapi aku benar-benar hanya bisa mempercayaimu, Elise" ucap Dewa Zeus yang memahami perasaan Elise saat ini
"Apa boleh buat. Saya juga tidak suka jika dunia manusia menjadi hancur gara-gara ulah pemberontak" ucap Elise
"Saya akan menjalankan tugas itu, Dewa Zeus" ungkap Elise dan Dewa Zeus pun mulai mengembangkan senyum bangganya
"Terima kasih, Elise. Tenang saja, aku akan mengirim bantuan jika kau mengalami kesulitan di misimu" ucap Dewa Zeus mengakhiri pertemuan mereka hari itu
*************************
"Sudah kutebak, kau pasti mendapatkan tugas dari Dewa Zeus" ucap Anzel saat Elise baru sampai di rumahnya
"Tebakanmu benar. Ngomong-omong kalian ini seperti pemilik rumah ini, sangat santai sekali yaa" ceplos Elise yang memandang heran kepada temannya
Bagaimana tidak, mereka berdua masih berpakaian tidur dan sudah nangkring di mini bar rumah Elise. Beberapa botol minuman terlihat terbuka dan Anzel dengan santainya menuangkan minuman yang sudah diracik ke beberapa gelas
"Kita sudah menganggap rumah ini sebagai basecam. Benarkan Elio?" ujar Anzel dan Elio hanya menganggukan kepalanya dan meresap minuman alkohol yang diracik Anzel
Elise hanya mengendus kesal pasrah, dia pun ikut mengambil gelas yang berisikan minuman hasil racikan Anzel dan ikut meminumnya
"Bagaimana dengan minumannya?" tanya Anzel kepada kedua temannya
"Wah... Refreshing" ucap Elio setelah mencicipi cocktail buatan Anzel
"Biar kutebak, Cranberry, Orange and Lemon?" ucap Elise dan langsung terdengar tepukan keras dari Anzel
"KEREN SEKALIII. Lebih detailnya lagi, aku tambahkan Schnapp persik, Cherry juice dan Vodka" ucap Anzel
"Rencananya akan kubuat menjadi menu baru di barku. Bagaimana menurut kalian?" tanya Anzel
"Menu ini lebih cocok untuk ourdoor barmu itu Anzel. Wait, jangan bilang ini untuk bar barumu yang di Hawaii?" tebak Elise
"BENAR SEKALI HAHAHAHA. Jenius sekali kan aku" ucap Anzel dengan percaya diri

KAMU SEDANG MEMBACA
HIRAETH
Fiksi PenggemarSebagai anak dari Dewi Perang Athena, Elise sudah terbiasa untuk bersikap perfeksionis dan mengendalikan emosinya. Elise ditugaskan Dewa Zeus untuk mengawasi "Utusan Dewa" di dunia manusia, agar tidak seenaknya menggunakan kekuatan. Akan tetapi, du...