21

13 2 0
                                    

"Mamá" sahut Theo dengan nafas yang terengah-engah

"Ya ampun nak. Sudah mamá katakan jangan berlarian" tegur Shirren, ibu Theo dan Thea

"Hehe, maaf mamá" ucap Theo dengan senyum kotak menggemaskannya

"Kelihatannya Theo sedang senang. Apa yang sudah Theo lakukan hari ini" tanya Shirren sembari mengelus rambut ikal anaknya

"Aku habis berlatih menembak seperti biasa. Tapi yang bikin aku senang itu ini ma" ucap Theo sembari menyerahkan sebuah pistol pemberian Illina

"Aku bertanya kepada Illina tentang ukiran yang ada di pistol ini. Katanya lambang naga beratikan sebagai anugerah dan kekuatan. Sedangkan pedang dan helm Attic ini kan yang sering digunakan oleh tentara Yunani. Berati secara tidak langsung Theo harus kuat dan tangguh seperti tentara Yunani agar bisa membawa pulang kemenangan" jelas Theo dengan mata yang berbinar cerah

"Wah maknanya bagus sekali. Apa yang dikatakan Illina itu benar, Theo kelak harus menjadi orang kuat dan tangguh. Tapi ada satu hal yang ditelawatkan, Theo harus memiliki hati yang besar juga. Apa Theo tau apa artinya itu?" tanya ibunya yang dijawab gelengan kepala Theo

"Kekuatan yang nanti Theo miliki harus membuat orang lain bahagia juga. Contohnya adalah Theo bisa menggunakan kekuatan itu untuk melindungi orang yang Theo sayangi. Apa sudah paham sayang?" jelas Shirren dan Theo membulatkan mulutnya setelah paham penjelasan sang ibu

"Berati Theo harus menjadi orang kuat untuk melindungi orang yang Theo sayangi. Berati nanti Theo akan menjaga papa, mama, dan Thea" ucap Theo dengan semangat dan membuat ibunya terkekeh gemas

"Benar sekali" ucap Shirren

.

.

.

.

.

.

"Maafkan aku papa, mamá. Aku tidak memiliki kekuatan untuk melindungi kalian" lirih Theo sembari terduduk dipojok ruangan. Dia meneratkan kakinya yang menekuk, dan menenggelamkan wajahnya diantara kakinya

Sekelibat kenangan bersama ibunya di masa lalu tiba-tiba muncul dan hancur saat tersadar jika dia tidak bisa mengulang kenangan yang indah itu.

Theo menganggap jika dia adalah anak yang lemah, karena tidak bisa melindungi orang dia sayangi





**********************

Flashback

"Tidak usah takut, kalian aman bersamaku" bisik Illina pelan sembari mencium kepala Theo dan Thea

.

.

.

.

.

Kejadian malam itu terasa begitu cepat. Keadaan Mansion Marquez sangat mengerikan. Sebagian Mansion Marquez terbakar dan banyak mayat yang tewas di sekitar Mansion. Darah dan reruntuhan tidak terhitung jumlahnya

Namun, yang paling menyayat hati dari semua itu ialah, tubuh Carles dan Shirren telah ditemukan oleh bawahan Illina dalam keadaan tak bernyawa dengan luka tembakan dibeberapa titik fatal. Leo, kaki kanan Carles berhasil selamat dengan beberapa luka tembakan yang cukup parah

HIRAETHTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang