Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

51: Revealed

210 17 9
                                        

ALYSSA POV

Lentera malam yang agak sedikit redup menemani perjalananku dengan Nyx, gelapnya hutan dan dinginnya angin aku rasakan sembari menggosokkan tanganku dengan cepat agar aku mendapatkan sedikit kehangatan....

Aku masih belum bisa mencerna apa yang terjadi... me-mengapa Nyx membawaku jauh-jauh menuju perbatasan hanya untuk mendatangi tempat yang katanya aman? Dan sebenarnya aku lari dari apa? Bukankah aku tidak melakukan kesalahan? Mengapa aku bersembunyi, dan mengapa Nyx sedari tadi kekeuh membawaku ke tempat persembunyian yang aman dari kerajaan...?

Aku menatap Nyx dari belakang punggungnya, ia wanita yang gigih. Namun hatiku sempat ragu akan dirinya, t-tapi mungkin saja ia memang ingin melindungiku dari Zephran... ya, bisa saja.

Nyx menghentikan langkahnya, berbalik badan menatapku, tatapannya dalam tapi aku tidak mengerti maksud tatapannya itu ....

"Sebentar lagi kita akan sampai, Lys," ucapnya memberitahuku dengan sumringah.

Aku mendekatinya. "Oh, benarkah?" Aku mengambil alih lentera di tangan Nyx, dan mengedarkan cahaya ke sekitarku.

Tiba-tiba pohon di sekitarku bergoyang cukup kencang sehingga menggugurkan daunnya, bahkan semak-semak liar pun ikut bergoyang. Aku menghampiri satu pohon yang terdekat denganku, entah mengapa aku melihat pohon-pohon ini seperti ingin berbicara padaku. Langkahku tertahan karena Nyx menahan tanganku.

Aku menoleh ke belakang dan membuat mimik muka bertanya-tanya. Nyx mendekat selangkah kepadaku–tidak melepaskan genggamannya ke tanganku sedikit pun.

"Tetap berada di dekatku, Lys," titahnya tegas. "Kita segera sampai, mari kita lanjutkan perjalanan."

Aku melepaskan genggaman Nyx dengan cepat. "Kenapa terburu-buru sekali Nyx? Aku hanya ingin beristirahat sebentar di pohon itu," ucapku datar, tidak menggubris perkataannya selanjutnya. Aku berlalu melangkah ke arah pohon di depanku. Pohon ini jika semakin di dekati ia semakin mengurangi goyangan pada ranting-rantingnya.

Aku menyentuh pohon itu—terasa hangat. Aku pun duduk di atas akar timbulnya yang besar. "Nyx, kemarilah. Biarkan aku istirahat sebentar," panggilku kepada Nyx yang masih di tempatnya yang hanya melihatku.

Aku meluruskan kakiku di rumput liar, rumput-rumput itu bergerak seperti mengelus kakiku, ah hanya perasaanku saja.

Nyx terduduk di sebelahku, wajahnya tidak dapat aku artikan sama sekali, wajah yang tenang. Ia hanya diam, mungkin ia ingin aku istirahat dengan tenang tanpa berbicara.

Aku memejamkan mataku dengan kepalaku yang menyender di batang pohon, menikmati semilir angin namun kali ini terasa hangat, sungguh aneh, bukan?

"Larilah... larilah...."

Aku terkejut mendengar suara itu, aku membuka mata pelan, tidak ada orang lain masih tetap hanya aku dan Nyx dan lentera kecil yang menyinari.

Aku memejamkan mataku lagi.

"Pergilah... pergilah...."

Aku mendengar suara itu kedua kalinya, namun aku menguasai diriku dan tetap tenang masih dengan memejamkan mataku.

Lari? Pergi? apa maksudnya?

"Jangan mengikutinya... jangan."

Suara itu terus berucap seperti memberiku peringatan. Tapi aku tidak tahu darimanakah suara itu berasal, suara itu hanya terdengar di pikiranku. Apa maksud dari suara misterius itu, mengikuti siapa? Membuatku bingung.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 24, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

DzaldzaraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang