Cerita tentang kamu mari kita akhiri sampai disini. Bertahun-tahun kita buka luka yang sudah hampir sembuh itu. Kita akhiri penderitaan tubuh kita yang berusaha menutup luka dengan sel-sel kecilnya. Kita peluk diri kita sendiri, kita akhiri tangis malam ini dengan menutup buku yang sudah penuh ini. Buku yang sudah tak lagi muat, penuh dengan namamu ini, kita tutup ya.
Entah besok kita buka kembali, semoga sudaah dalam keadaan senyum dan bahagia, walau mungkin ingatan itu akan kembali, semoga sudah dalam bentuk kenangan yang hanya kita jadikan bumbu dan dengan bangga kamu katakan padamu sendiri, "Kamu sudah sejauh ini, perjalanan panjang yang menyakitkan, tapi kita berhasil, terimakasih banyak untuk masih bertahan".
Semoga besok hari menjadi melodi indah yang bisa kamu nikmati dengan langkah kaki yang ringan. Halang rintang hanya sekecil kerikil yang bisa kamu tendang dengan iseng sambil kamu menikmati tendangan ala pemain sepakbola dunia, lengkap dengan seremonial goalnya. Indah ya. Semoga begitu seterusnya.
Untuk kamu esok hari, aku bersumpah masih mau menemani. Mari tetap bertahan dengan senyum di pagi hari, dan tangis barang 5-10 menit saja di sore hari. Malamnya jangan sampai air matamu masih belum kering, aku tak mau bantalmu semakin berat saja tiap harinya. Aku bersumpah akan memelukmu tiap malam, tak akan biarkan kamu sendiri dengan pikiran kusutmu tiap malam. Ayo kita nikmati sedih dan bahagia besok hari bersama.
KAMU SEDANG MEMBACA
Untuk Kamu
PoetryUntuk kamu yang merasakan banyak rasa aneh saat menjadi manusia
