Setiap manusia hidup menjadi pemeran utama dalam hidup masing-masing. Punya dramanya masing-masing, punya villainnya masing-masing, punya cobaannya masing-masing. Perannya tentu saja menjadi protagonis dalam bayang masing-masing. Tapi coba tengok cerita sebelah, pasti satu dua kali dirimu menjadi villain disitu.
Dari banyaknya cerita, banyak hal yang membuatmu ingin menyarah, mempertanyakan kenapa kamu yang berdiri disini. bukan dia yang menurutmu banyak salah, bukan dia yang menurutmu banyak dosa.
kadang kamu iri, kenapa indah sekali skenario sebelah. menjadi pemeran utama yang sempurna, tampa cela. sedangkan dirimu hanya menjadi pemeran utama yang tak tau kapan akan mengalami perkembangan plot cerita.
ceritamu tampak hitam suram, tanpa bunga bunga indah bertebaran, tanpa before after yang membanggakan, hanya pemeran utama yang hidup membosankan. banyak hal yang membuatmu merasa terseret, tenggelam, jauh menuju dasar jurang. tak terselamatkan, tak ada peri yang memberi mantra tumpangan, tak ada pangeran yang datang menyelamatkan.
kamu hanya sebagai pemeran utama yang miskin tak punya sandaran. hanya sebagai orang yang kesepian tak punya kenalan. hanya sebagai orang yang punya mimpi tapi tersendat disana sini. tak ada adegan tetangga tampan yang datang mengaku sebagai paman, tak ada orang tua angkat kaya raya yang mau memungutmu. kamu terjebak dan tenggelam.
tapi kamu paham, semua orang punya masa tenggelam. entah satu tahun entah dua hari sama saja kelamnya. kamu tau tiap pemeran utama memang pasti punya masalah yang membuat drama menjadi seru, dan kamu pemeran utamanya, jangan kira kamu bisa hidup hanya dengan berpangku tangan dan ending. kamu harus berpeluh, kamu harus menangis sampai kering, kamu harus menjadi tanaman yang kering dan retak dahulu.
kalau kamu ingin berhenti dari proyek drama kamu sekarang, tolong ingat aku. ajak aku juga untuk pulang dari jadwal syuting yang melelahkan ini
KAMU SEDANG MEMBACA
Untuk Kamu
PoésieUntuk kamu yang merasakan banyak rasa aneh saat menjadi manusia
