Hari ini akan kubiarkan, kamu hidup selamanya. Ada pepatah menyatakan, kamu yang dicintai oleh seseorang, akan diabadikan dalam semestanya. Dan kamu beruntung, sejauh ini hanya namamu yang pelan pelan terus terpatri dalam. Memang benar kata mereka, kamu akan hidup dalam semestaku selamanya, dengan hayalanku semata, dengan imajinasiku semata.
Dirimu yang memiliki semesta, kapan kamu akan pergi wahai tuan. Terus menetap disini pun tak baik kurasa. Semakin lama semakin mati diri ini. Tak lagi melihat semesta lain yang lebih bercahaya, seperti bayang yang lari ketika raga melarikan diri. Terus menempel dan terseret tak mau lepas dari kaki yang risih. Tuan tak biarkan aku istirahat, dirimu lari tak melihat bayangmu mengikuti. Kelam, dan ketika cahaya yang tuan kejar makin bersinar hilanglah aku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Untuk Kamu
PoesíaUntuk kamu yang merasakan banyak rasa aneh saat menjadi manusia
