Kali ini hujan
Menambah kesan yang menekan
Tiap rinainya yang berjatuhan
Bagai alunan kenangan berputar
Tes....tes....tes....
Sungguh menenggelamkan
Denting tiap tetesnya
Mengetuk atap rumah yang usang
Bertabrakan dengan kubangan
Melodinya masih menyesatkan
Dia diakui
Memunculkan rentetan kenangan
Entah, tentang kamu, dia, atau kita
Tiap rintiknya bagai muncul
Keluar dari angan
Desir tawanya, ocehannya
Indah
Kadang hujanku
Sebersit angan tentang luka
Menyayat
Lalu keluar bulir dari pelupuk mata
Entah, kenapa bisa ?
Kau disini tertawa melihat hujan
Berbinar, merekah
Sekarang coba tengok
Dia
Diseberang
Dengan muka menekuk
Tenggelam dalam lipatan duka
Hujan dan sendiri
Memang cocok
Tenggelam dalam angan
Memutar semua kenangan
Tentang kebersamaan
Tentang perpecahan
Tentang kemarahan
Tentang pertentangan
Kadang hujan
Dia ingin kembali
Pada masa tentang kebersamaan
Bergandengan dengan tawa
Tapi ingat, detik selalu berbeda
Tak apa
Tak apa kau mengingatnya
Hanya mengingatnya
Jika luka, ambil buahnya
Jika suka, ingat dan ikut tertawa
Kawanku yang sedang rindu
Ah...aku jadi melenceng
Tapi tak apalah
Ini aksaraku buatmu
Rindu, selalu
Kepada sepotong cerita yang dulu
Terimakasih
Hanya itu ? Iya, hanya itu
Terimakasih
Telah menjadi bagian dari hidupku
Tolong, bahagialah
KAMU SEDANG MEMBACA
Untuk Kamu
PoesíaUntuk kamu yang merasakan banyak rasa aneh saat menjadi manusia
