Tak terasa hari ini adalah hari terakhir MOS, hari ini para murid baru sudah melaksanakan tes tulis untuk pembagian kelas karena besok sudah mulai sekolah seperti biasa. Para anggota OSIS bergantian mengajak kelompoknya untuk mengenal berbagai ruangan di sekolah. Mulai dari kelas, lab, ruang guru dan lain-lain. Setelah itu mereka kembali berkumpul di aula untuk menutup kegiatan kali ini. Salah satu anggota OSIS memberikan informasi tambahan setelah itu acara pun selesai sebelum jam makan siang.
"Ipin". Panggil Cia.
"Apa?". Jawab Griffin.
"Ini kita langsung pulang nih? Gak mau kemana gitu". Ujar Cia.
"Gak tau gimana Kak If. Emang kamu mau kemana?". Tanya Griffin.
"Pengen nongkrong, pengen beli cheese cake sama makan es krim di tempat biasa". Jawab Cia.
"Ya udah ntar bilang Kak If". Ucap Griffin.
"Cia, Griffin aku pulang dulu ya". Pamit Jeslyn setelah membereskan semua barangnya.
"Ehh.. kok pulang sih Jes. Ikut kita aja yuk nongkrong bentar, aku cuma mau beli cheese cake sama makan es krim jadi gak lama nongkrongnya.
"Cia, Griffin ayo pulang"
Belum sempat Jeslyn menjawab Cia, If sudah mendatangi mereka dan mengajak pulang. Cia menjelaskan keinginannya pada If.
"Ya udah, tunggu di parkiran ya. Kakak mau ambil tas dulu. Griffin kabarin dadda sama mommy ya". Ujar If.
"Siap Kak Ip". Balas Griffin.
Mereka meninggalkan aula dan pergi menuju parkiran. Tak lupa Jeslyn sudah digandeng oleh Cia agar ikut bersama mereka.
"KAKAK TUNGGUU!!". Teriak Cia saat melihat Syanin berjalan ke parkiran motor.
Syanin berhenti sejenak dan menoleh ke sumber suara setelah itu ia kembali berjalan. Merasa diabaikan, Cia melepas gandengan tangan Jeslyn dan berlari menyusul Syanin.
"Udah hafal nih, pasti dia suka Kak Syanin". Ujar Griffin.
"Cia suka Kak Syanin Fin?". Tanya Jeslyn.
"Liat kelakuan dia gitu aku bisa simpulin kalau dia suka Kak Syanin. Soalnya dia kalau suka sama orang bakal frontal dan agresif banget. Apalagi Kak Syanin dingin gitu 11 12 sama Kak If jadi tipe dia banget". Jelas Griffin yang dibalas anggukan oleh Jeslyn.
"Loh Cia mana?". Tanya If saat sampai karena tidak melihat Cia.
"Tuuhh..". Tunjuk Griffin dengan memanyunkan bibirnya.
If melihat ke arah yang ditunjuk Griffin dan ia menemukan keberadaan Cia yang sedang bergelayut di lengan Syanin.
"Sejak kapan mereka deket? Bukannya pas hari pertama mereka kayak musuh ya?". Heran If.
"Hari pertama kayak musuh, hari kedua mulai kesemsem, hari ini mulai menggatal dia". Jelas Griffin.
Mereka bertigapun hanya diam menyaksikan Cia yang masih bergelayut pada Syanin.
"Lepas gak!". Perintah Syanin sambil berusaha menyingkirkan pelukan Cia di lengannya.
"Gak mauuu.. ihhh kamu tuh kenapa sih kayak jijik banget sama akuu!". Kesal Cia tapi tidak melepas pelukannya.
"Ya lo ngapain kayak gini!". Balas Syanin tak kalah kesal.
"Ishh.. mulutnya! Gak mau lo lo gitu harus aku kamu". Ujar Cia.
Awalnya aku kamu, tapi karena Cia seperti ini Syanin mengubahnya menjadi lo gue.
"Bodo amat! Minggir gue mau pulang". Ujar Syanin.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Happiness
General FictionSequel Choice of My Heart dan My Enemy is My Love.
