Mencairkan Hati

4 2 0
                                        

Kira sungguh tak tahu harus melakukan apa. Dia merasa bersalah sebab telah menampar wajah Glen dengan buku meski tahu sebenarnya tindakan itu tak terlalu menyakiti pacarnya itu.

Sungguh malu rasanya menatap Glen apalagi di jarak yang sedekat itu. Kira ingin jujur tapi tak bisa hanya berusaha bertindak semuanya bisa dikendalikan dengan baik.

Dalam kekalutannya berpikir,  Nadia berpapasan dengan Kira di koridor. Rupanya tak sadar, Kira memasuki koridor kelas 3 yang berada di lantai dua.

"Maaf kak nggak sengaja, saya..."

"Nggak papa, aku mengerti. Mengenai kue keringmu meski bentuknya aneh-aneh tapi rasanya enak jadi aku akan menghadap Pak Bima untuk mendaffarkanmu di kegiatan ekstrakurikuler kami."

Mendengar itu Kira bernapas lega. Akhirnya setelah ini dia tak akan lagi berurusan dengan Pak Bima dan antek-anteknya itu. "Tapi sebenarnya aku merasa tidak enak dan karena kamu ada di sini aku minta maaf." Nadia berucap lagi.

Kali ini terdengar ambigu. Lawan bicaranya langsung mengerti dengan tatapan bingung dari Kira. "Sebenarnya ide membuat kue kering itu tak ada di dalam peraturan perekrutan anggota baru. Kau tinggal bilang saja padaku dan kita akan memasukkan semua data ke fomulir tapi Glen tak mau hal itu. Dia ingin kamu mengunjungi rumahnya jadi Glen meminta hmm... bukan maksudnya memohon padaku agar aku bisa bekerja sama dengan dia."

Kira membeku. Mulutnya terbuka tapi tak ada suara yang keluar. "Sekali lagi maaf, aku pergi dulu." Nadia beranjak meninggalkan Kira. Takutnya gadis itu kesal dan melimpahkan emosinya pada Nadia sementara pelaku sendiri adalah kekasih Kira sendiri.

***

"Aku tak akan memaafkan dia, rasanya aku seperti orang bodoh! Aku tak sadar kalau aku dimanfaatkan dan kami..." Kira tak bisa melanjutkan perkataannya. Dia terlalu marah untuk bisa menyambung ucapannya sendiri yang kalau diingat makin menjadi rasa kesal dan sesal.

Mahen membuang napas kasar. Sebab tak bisa merokok di sekolah, dia memilih membuka permen lolipop untuk penggantinya. "Udah kejadian juga Kira, nggak perlu kesal begitu. Kalau lo nggak terima ya bilang saja sama Glen."

Kira menoleh pada Mahen. "Laki-laki beda ya sama perempuan, kalau kalian itu pake otak, logika, perempuan pake perasaan. Mungkin kalian berpikir kalau kan sudah kejadian lagi pula Glen itu orangnya baik nggak neko-neko sama orang yang dia suka kalau aku ciuman sama dia juga nggak rugi kok. Beda kalau aku yang namanya bohong itu adalah salah satu hal yang aku nggak bisa tolerir."

"Lah cuman sekali doang Kira, jangan terlalu baper. Dia mungkin sengaja bawa kamu ke rumah supaya kamu bisa kenal sama keluarganya." Masih Mahen membelanya. "Ok nggak papa kalau lo nggak terima, mau lo ngambek juga nggak akan ada bedanya. Cuma lo juga harus tanya dong sama dia kenapa dia bohong sama lo."

Kira dengan wajah masam, tidak terima dengan nasehat Mahen. "Ok aku terima nasehat Kakak tapi untuk sekarang aku nggak mau dekat sama dia dulu."

Mahen hanya menggelengkan kepala. Namanya cinta ABG ada saja masalah kecilnya.

***

Sepanjang pelajaran dan istirahat, Kira menjaga jarak. Wajahnya masam saat bertemu mata dengan Glen dan tiap kali pacarnya itu ingin mendekat, dia buru-buru pergi.

Anggi serta Bian cuma bisa memandang mereka heran. Tidak ada angin, tidak ada hujan tiba-tiba Kira ngambek. Anggi tahu soal masalah ciuman dengan Glen tapi dia dibuat bingung karena mood sahabatnya langsung berganti.

"Tunggu Kira, kau mau ke mana? Aku ikut!" teriak Anggi. Mereka semua berada di kantin dan seperti yang terjadi, Kira buru-buru menghabiskan baksonya lalu pergi menuju perpustakaan.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 10 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

SCHOOL SERIES : Teman Tapi Mesra Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang