Keluarga Glen

13 5 0
                                        

"Nah gimana dengan yang ini? Yang ini mudah banget lo bikinnya." Glen memberikan sebuah resep kue kering.

"Kalau dilihat dari penampilannya, nggak menarik. Nggak, cari yang lain," ujar Kira.

Glen mendengus. Ini kesekian kalinya Kira menolak beberapa resep kue kering untuk diberikan saat hari jumat nanti.

"Ribet amat deh, maunya tuh kayak gimana. Coba bilang siapa tahu gue tahu cara bikinnya." Kira yang sibuk membolak-balik halaman buku masak khusus kue berhenti, dia berpikir sebentar dan menoleh pada kekasihnya itu.

"Aku ingin kuenya lucu gitu, yang warnanya cantik. Pink, biru, apa saja deh." Glen menganggukkan kepala. Dia mengetik sebentar dan memberikan sebuah kue kering. "Nah yang begini, gimana caranya?"

"Tenang aja gue ajarin, ini mudah banget. Nanti kita bisa buat sama-sama."

"Ok, jadi pulang sekolah kita belanja semua bahan terus kita ke rumahku dan buat kuenya." Kira berucap girang.

"Wah hari ini kayaknya nggak bisa ke rumahmu dulu deh," sahut Glen mendadak.

"Hah? Kenapa?"

"Adik-adik gue nggak ada yang nemenin, kasihan mereka tinggal sendirian."

"Terus gimana? Kita cuma punya waktu hari ini."

"Gampang tinggal lo datang saja ke rumah gue." Kira mengerjapkan mata saat menatap Glen. Semua kata-kata itu mudah saja keluar dari mulut pacarnya tanpa tahu konsekuensi yang terjadi.

"Gue tahu kalo lo sekarang lagi bingung tenang saja, kita bakal minta izin sama Ibu lo. Gue janji sebelum malam gue bakal antar lo pulang."

"Ok, janji ya?" Glen mengangguk.

***

Sekolah telah usai, Glen dan Kira menuju rumah Kira lebih dulu, meminta izin pada Ibu Kira sebelum akhirnya menuju rumah Glen.

Tak lupa mereka membeli beberapa bahan untuk kue kering yang akan mereka buat. Ini pertama kalinya Kira mengunjungi rumah kekasihnya itu.

Ada perasaan gugup dalam diri. Memikirkan reaksi adik-adik Glen seperti apa saat mereka bertemu. Perjalanan cukup jauh. Ketika rumah Kira berada di kota besar maka rumah Glen berada tak jauh dari ujung kota.

Letaknya berada di sebuah bukit belakang rumah sakit swasta. Glen bercerita jika hujannya deras maka beberapa tetangga yang berada di bawah bukit sering kebanjiran sebab sistem irigasinya kurang baik, sering kali mampet karena banyak sampah.

Mereka akhirnya tiba di sebuah rumah yang sangat luas halamannya. Kira diam saja memandangi rumah berwarna coklat dengan teras yang cukup luas. Minusnya rumah tersebut begitu sepi. Tidak ada tanda kehadiran dari adiknya Glen.

"Ayo masuk." Glen berucap sambil mengambil kunci rumah dari tas.

"Di mana adikmu?" tanya Kira.

"Mereka pasti sedang bermain dengan teman-temannya." Glen lebih dulu masuk dengan Kira yang mengikuti dari belakang. Ruang tamunya tidak terlalu besar namun satu set sofa dan meja kaca di tata rapi dengan beberapa tanaman hias. Ada pula sebuah lemari sepatu di sudut ruangan. Memasuki ruang keluarga yang luas memanjang. Dari arah depan, TV ditutup dengan kain agar tidak berdebu sementara beberapa bantal disusun rapi pada atas sebuah karpet.

Cahaya matahari menyita perhatian Kira. Dia masuk lebih jauh menemukan ruang makan di mana banyak pigura foto keluarga besar. Glen berada di hadapan Kira membelakanginya.

SCHOOL SERIES : Teman Tapi Mesra Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang