Selama istirahat berlangsung, Kira dibuat pusing dengan banyak snack ringan pemberian dari teman sekelas. Rupanya Glen berinisiatif meminta agar Kira ditraktir sebagai ucapan terima kasih.
Kira senang tapi ini membuat kelimpungan bagaimana harus menghabiskan semua snack itu. Pada akhirnya Kira tak pergi ke kantin dan memilih di dalam kelas. Anggi datang ke kelas mencari sahabatnya itu.
Sebenarnya Kira mengajaknya untuk datang ke kelas. Dia hendak membagikan snack pemberian teman-teman sekelasnya. "Banyak juga ya snack-nya. Kamu bisa bikin warung kalau begini."
"Ini pemberian orang Anggi, nggak mungkin aku jual. Pilih snack yang kamu suka, Bian kenapa tidak datang sekalian? Aku sudah ngirim chat tapi kok nggak dibalas."
"Biasa ketua kelas, lagi di suruh sama Wali Kelas." Kira mengangguk paham. Dari arah pintu, Glen datang mendekati mereka berdua.
"Wah Anggi, lo datang sendiri aja?"
"Bian lagi ada urusan sama Guru. Oh ya tunggu bentar." Anggi merogoh tas kecil yang dia bawa selalu. "Beberapa hari lagi jangan lupa datang ke ulang tahunku."
Dua surat undangan diberikan oleh Anggi pada Kira dan Glen. "Pasti, gue bakal datang." Glen membalas langsung.
Kira tersenyum, dia membuka surat undangan tersebut yang terlihat cukup indah. Saat itu juga notifikasi ponsel milik Kira terdengar.
Rupanya notifikasi dari grup pengurus osis yang meminta hari ini agar berkumpul lebih dulu. Kira mendesah kecewa. Kenapa akhir-akhir ini pengurus osis sibuk? Selalu saja membuat Kira tidak bebas.
"Kenapa? Masih sibuk juga sama kegiatan osis?" tanya Anggi. Kira mengangguk lemah, tidak membohongi sahabatnya itu.
"Kok jadi begini sih? Kira kamu itu bukan pengurus osis tapi kamu selalu saja mengikuti kegiatan mereka. Memangnya tidak ada orang lain yang bisa menggantikan posisimu," omel Anggi tak terima.
"Aku juga tidak tahu tapi kalau aku tidak ikut aku kena masalah sama Pak Bima." Alis Anggi mengkerut, makin bingung dengan masalah yang dihadapi oleh Kira.
"Lalu bagaimana? Kamu jadi tidak datang ke ulang tahunku? Aku tidak mau ya kalau kamu tidak datang ke acara ulang tahunku."
"Akan aku usahakan untuk datang. Apapun masalahnya aku janji akan datang, tenang saja." Kira berusaha tersenyum menenangkan sahabatnya. Anggi pun tampak lega tapi beda hal dengan Glen, wajahnya menunjukkan tidak setuju.
Anggi kemudian pamit hendak memberikan undangan ulang tahunnya pada teman-teman yang lain. "Lo yakin bisa datang ke ulang tahun Anggi?" tanya Glen mulai bersuara setelah agak lama diam.
"Menurut kamu aku tidak bisa datang ke pesta ulang tahun Anggi?" Kira balik bertanya dengan nada cemas.
"Lo bisa kok datang tapi masalahnya sekarang lo itu nggak ada di posisi aman. Ingat Ita bakal ngelakuin apa aja biar lo sedih terus trauma. Gue nggak mau lo ngerasain apa yang gue rasain," ucap Glen serius.
"Aku akan baik-baik saja tidak usah khawatir. Selama aku ingat untuk jaga jarak. Makasih sudah khawatir sama aku." Glen tersenyum disertai anggukan.
***
Lagi Kira harus mengikuti kegiatan yang tak berujung kepengurusan OSIS tapi kali ini Bian ikut jadi dia meminta agar mereka pulang bersama. Bian tidak keberatan dan terus menunggu sampai Kira selesai membersihkan ruangan rapat untuk kesekian kalinya.
"Aku minta maaf Bian karena menungguku kau jadi lama pulangnya." Kira benar-benar tidak enak dengan situasi sekarang. Sungguh merepotkan orang lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
SCHOOL SERIES : Teman Tapi Mesra
Fiksi RemajaKirana menyimpan rasa suka kepada Bian tapi Biam malah menyukai Anggi, sahabat Kirana siswi "most wanted" di sekolah mereka. Dalam kekalutan hati, muncul Glen Argantara, pemuda menyebalkan yang suka membuat Kirana bingung . Banyak gosip beredar namu...
