Aleia Saraswati, seorang guru sejarah yang tiba-tiba terbangun dalam tubuh Aleia Sheeqa, karakter antagonis dalam novel terkenal "Azkia Mengejar Cinta". Aleia Sheeqa, yang selama ini dikenal sebagai pengacau dalam kisah cinta Akhtar dan Azkia, hidup...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aleia dan Arshaka masuk ke kamar bersama, langkah mereka pelan setelah memastikan putra mereka benar-benar tertidur pulas.
Pintu tertutup dan seketika suasana berubah.
Belum sempat Aleia melangkah lebih jauh, sepasang tangan sudah melingkar dari belakang, menariknya masuk ke dalam pelukan hangat.
Arshaka. Dagu pria itu bersandar di bahu Aleia, napasnya terasa pelan di sisi lehernya.
“Kita udah punya komitmen sekarang.” Ucap Arshaka rendah, suaranya lebih dalam dari biasanya. “Aku mau tahu semuanya tentang kamu… kita harus saling mengenal dengan baik.”
Aleia terdiam sesaat, membiarkan dirinya berada dalam pelukan itu.
“Mas, kita itu SMA sama kuliah di tempat yang sama.”
Arshaka tersenyum tipis di balik bahunya.
“Iya… tapi cuma sebatas kenal.” Pelukannya sedikit mengerat. “Kamu juga tahu kan, dulu aku nganggep kamu itu jahat… karena ganggu Azkia.”
Ada jeda kecil. “Masih banyak yang belum aku tahu tentang kamu, Al.”
Aleia perlahan memutar tubuhnya, kini berhadapan langsung dengan suaminya. Tatapan mereka bertemu, dekat, tanpa jarak.
“Kalau gitu.” Balas Aleia lembut tapi tegas. “Kamu juga harus cerita tentang kamu. Biar aku juga tahu.”
Tatapan Arshaka melembut. “Gak masalah, kita bisa saling cerita… biar gak ada lagi kesalahpahaman di masa depan.”
Satu tangan Arshaka meraih tangan Aleia, membimbingnya ke arah sofa di sudut kamar.
Ia duduk terlebih dahulu, lalu menarik Aleia perlahan. Bukan duduk di samping, tapi langsung di pangkuannya.
Aleia sedikit terkejut, namun tidak menolak. Ia duduk menyamping, satu tangan refleks bertumpu di bahu Arshaka untuk menjaga keseimbangan.
Jarak mereka kini begitu dekat. Terlalu dekat untuk sekadar percakapan biasa.
“Terlalu dekat gak?” Bisik Arshaka dengan nada santai, tapi matanya menatap dalam.
Aleia menahan senyum tipis. “Kamu yang narik.”
“Biar gampang lihat kamu.” Jawabnya tanpa ragu.
Aleia menggeleng pelan, tapi tidak beranjak. Tangannya kini benar-benar bertumpu di bahu Arshaka, sementara tangan Arshaka sudah nyaman di pinggangnya.
Diam sejenak. Namun bukan canggung, melainkan hangat.
“Mulai dari mana?” Tanya Aleia pelan.
Arshaka memperhatikan wajahnya beberapa detik, seolah benar-benar ingin mengingat setiap detail.
"Kenapa kamu selalu menganggu Azkia?" Arshaka dari dulu penasaran alasan Aleia selalu mengganggu Azkia, padahal Azkia tidak pernah mencari masalah pada Aleia.