Aleia Saraswati, seorang guru sejarah yang tiba-tiba terbangun dalam tubuh Aleia Sheeqa, karakter antagonis dalam novel terkenal "Azkia Mengejar Cinta". Aleia Sheeqa, yang selama ini dikenal sebagai pengacau dalam kisah cinta Akhtar dan Azkia, hidup...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
*Normal Pov*
Mobil hitam milik Arshaka berhenti di depan sekolah Rafka. Beberapa orang tua lain terlihat mengantar anak mereka. Pemandangan yang dulu jarang Arshaka lakukan.
Rafka membuka sabuk pengamannya, lalu tiba-tiba memeluk papanya.
“Papa beneran jemput lagi kan nanti?” Arshaka mengusap punggung kecil itu.
“Papa janji. Kali ini papa nggak ingkar.”
Rafka tersenyum puas lalu turun dari mobil. Sebelum berlari masuk gerbang, ia melambaikan tangan. Arshaka tidak langsung pergi. Ia menunggu sampai tubuh kecil itu benar-benar menghilang di balik pintu sekolah.
Ada sesuatu yang menghangat di dadanya. Sementara itu, Aleia menyetir sendiri menuju kantor pusat Erlangga Group.
Hari ini adalah rapat direksi pertamanya sebagai pemimpin baru. Resmi. Tanpa bayang-bayang siapa pun.
Mobilnya memasuki area parkir khusus direktur utama. Beberapa karyawan yang melihat langsung menunduk hormat.
“Selamat pagi, Nona Aleia.” Sekertarisnya seperti biasa akan menyambutnya di lobby perusahaan.
“Pagi. Diki.” Sekertaris Aleia bukan lagi Rina, Karena Rina tetap berada di S.A Company untuk mengurus semua urusan di sana.
"Semuanya sudah siap untuk rapat nanti?" Nada suaranya tenang, tegas, tapi tidak dingin.
Langkahnya mantap memasuki lift. "Semua sudah siap nona. Nana sudah standby di ruang rapat." Jawab Diki dengan berdiri di belakang Aleia. Nana itu Asisten pribadi Aleia mulai hari ini.
"Saya tidak mau ada kesalahan sedikitpun!"
***
Siang itu ketika mobil Arshaka memasuki halaman rumah. Rafka yang duduk di kursi belakang masih bercerita penuh semangat tentang pelajaran hari ini.
Namun senyumnya memudar ketika mobilnya melambat. Di depan rumah, sudah terparkir satu mobil asing berwarna abu-abu metalik. Plat nomor yang tidak ia kenal. Arshaka mengernyit.
“Kita kedatangan tamu ya, Pa?” Tanya Rafka polos.
“Sepertinya begitu.” Arshaka turun lebih dulu, lalu membukakan pintu untuk putranya.
Rafka langsung menggandeng tangan papanya saat mereka berjalan masuk. Begitu pintu utama terbuka, suara percakapan terdengar dari ruang tamu.
Langkah Arshaka terhenti sesaat. Di sana duduk sepasang suami istri paruh baya dengan aura elegan yang tidak asing.
Ayah dan ibu Aleia. Mertua yang selama ini jarang—bahkan hampir tidak pernah—datang ke rumah mereka.
"Papah sama Mamah udah lama?" Tanya Arshaka sambil berjalan masuk.