Aleia Saraswati, seorang guru sejarah yang tiba-tiba terbangun dalam tubuh Aleia Sheeqa, karakter antagonis dalam novel terkenal "Azkia Mengejar Cinta". Aleia Sheeqa, yang selama ini dikenal sebagai pengacau dalam kisah cinta Akhtar dan Azkia, hidup...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
*Normal Pov*
Aleia selesai mandi. Uap hangat masih mengikuti langkahnya saat ia keluar dari kamar mandi dengan handuk kecil mengeringkan rambut basahnya. Aroma sabun dan parfum lembut langsung memenuhi kamar.
Di atas ranjang, Arshaka ternyata sudah bangun. Pria itu duduk bersandar di kepala ranjang sambil memainkan handphone-nya. Rambutnya sedikit berantakan dan wajahnya masih terlihat mengantuk, tetapi aura dingin khasnya tetap terasa kuat.
Tatapan matanya langsung tertuju pada Aleia yang berjalan ke arah meja rias.
"Tadi malam pulang jam berapa?" Tanya Aleia sambil membuka skincare miliknya satu per satu.
"Jam 2, ada pekerjaan penting." Arshaka menjawab santai sambil turun dari ranjang dan masuk ke kamar mandi.
Hari ini Aleia akan seharian berada di kantor. Banyak dokumen penting yang harus ia urus sendiri karena beberapa proyek Erlangga Group sedang berjalan bersamaan.
Aleia segera turun ke lantai bawah untuk saran setelah di selesai bersiap-siap.
Baru saja sampai di lantai bawah mansion-
"MAAAA!!"
Suara kecil yang sangat familiar langsung terdengar memenuhi rumah.
Aleia tersenyum spontan.
Rafka berlari kecil dari ruang keluarga dengan rambut yang masih sedikit berantakan dan seragam sekolah yang belum rapi sempurna. Bocah itu langsung memeluk kaki mamanya erat.
"Mama pagi-pagi udah cantik banget." Puji Rafka polos sambil mendongak.
Aleia tertawa kecil lalu berjongkok agar sejajar dengan putranya.
"Anak mama juga ganteng banget." Balas Aleia sambil mencubit gemas pipi putranya.
Rafka tersenyum lebar sampai matanya menyipit lucu.
"Papa mana?" Tanya Rafka sambil melihat ke arah tangga.
"Papa lagi mandi."
"Ooooh..." Rafka mengangguk paham.
Aleia merapikan dasi kecil putranya yang miring. Tangannya bergerak lembut dan penuh perhatian.
"PR semalam udah dikerjain semuanya?"
"Udah dong." Jawab Rafka bangga.
Aleia tersenyum tipis mendengar itu. Hubungan Arshaka dan Rafka memang semakin dekat beberapa waktu terakhir.
Tak lama kemudian suara langkah kaki terdengar dari arah tangga.
Arshaka turun dengan pakaian santai-kaos hitam dan celana training abu gelap. Rambutnya masih sedikit basah setelah mandi.
Rafka langsung berlari menghampiri papanya.
"Papaaaa!"
Arshaka menangkap tubuh kecil putranya dengan mudah lalu mengangkatnya tinggi sedikit.