Jessi berlari kencang melewati koridor kampus tujuannya satu menghampiri seorang Yessica di kelasnya, setelah melihat grup angkatan, grup mata kuliah, serta grup kampus lainnya yang heboh dengan sebuah foto yang cukup membuat semua mahasiswa dan seisi kampus terkejut. Mata Jessi berhasil menangkap sosok Chika yang kini tengah duduk di kursi sambil tertunduk, ada Ashel juga di sana yang tampak sedang menenangkannya. Jessi masuk begitu saja menghiraukan kerumunan mahasiswa-mahasiswi lain yang tampak sedang heboh bergosip. Dengan kondisi begini Jessi sangat yakin Chika sudah tau semuanya, foto itu sudah menyebar luas dengan begitu cepat.
Posisi Jessi kini sudah berada tepat di dekat Chika, namun tak ada kata yang bisa dia keluarkan. Begitupun dengan Ashel dia hanya diam menatap Jessi dengan tatapan bingung dan gelisahnya, lalu kembali fokus pada Chika yang kini masih diam sambil memegang handphonenya seperti sedang menunggu pesan balasan seseorang.
Di kondisi begini juga terdengar jelas beberapa mahasiswa bergosip dengan suara yang cukup keras.
"Ini Ai atau asli menurut kalian?"
"Asli gak sih, walau fotonya udah keliatan burem dan gak jelas tapi keliatan jelas kok ini asli bukan Ai"
"Kalau ini beneran asli gokil sih, seorang Pak Zean yang dipuja-puja semua orang ternyata berandalan"
"Sttts... Jangan sembarangan dulu siapa tau ini hoax kan penyebarnya aja masih belum jelas. Jaman sekarang jangan langsung percaya"
"Halah udah jelas kok ini fotonya asli, jangan karena ganteng jadi kalian bela"
"Gak gitu ya tapi kan emang jangan langsung percaya gak sih kita tunggu dulu kejelasannya"
"Ini mah udah seratus persen gua jamin asli tadi gua udah minta anak-anak pakar digital buat cek nih foto pada bilang asli kok. Udah ya terima aja tuh dosen emang pecandu hahaha gak nyangka gua"
"Iya ya siapa sangka pak Zean begitu, hancur udah reputasinya. Kayaknya bentar lagi di pecat dari kampus"
"Ihhh Pak Zean kasian banget deh!"
"Halah ngapain kasian sama orang begitu. Sok cool dan kalem ternyata cuma pencitraan buat nutupin kalau dia kriminal pencandu narkoba"
Chika melempar pulpen kepada mahasiswa yang baru saja mengatakan kalimat terakhir. Dia bernama Andika salah satu mahasiswa yang terkenal tengil dan pemalas.
"Kenapa gua dilempar cok?" Tanyanya pada Chika
"Bisa diem gak bacot loh!" Ucap Chika dengan tatapan tajam
"Lah lo siapa mpruy nyuruh-nyuruh gua diem. Oh gua tau lo pasti salah satu pemuja pak Zean hahaha kasian idolanya ternyata kang nyimeng ya, sabar ya" ucap Andika makin membuat Chika panas
"Gua bilang diem ya diem pak Zean gak kayak gitu ya!" Chika mulai tersulut emosi namun Ashel dan Jessi berusaha menahannya
Bukannya takut Andika justru terlihat makin menantang, "Heh apa hak Lo nyuruh gua diem, lagian bela dosen kayak bela agama amat, jangan-jangan Lo sugar baby-nya ya"
"Bacot Andika bisa diem dulu gak sih, keluar deh Lo. Beritanya belum valid gak usah berisik dulu bisa gak!". Kali ini Ashel mengambil alih untuk memarahi Andika
"Dijaga ya mulut Lo itu!. Keluar sana bikin ribut aja!" Jessi ikut menambahkan. Harus begini kalau membiarkan Chika yang bertindak bisa lebih parah lagi nanti.
Andika tersenyum sinis, "Iya deh gua keluar, untung pada cantik-cantik kalian kalau gak gua lawan dah" katanya sambil melangkahkan kakinya keluar.
Wajah Chika memerah tangannya mengepal, susah payah dia menahan emosinya agar tak meledak. Kalau saja ini berita palsu untuk menjatuhkan Zean sudah pasti dia akan memukul mulut Andika tadi, tapi sayangnya Chika sudah tau kalau foto ini asli. Gambar Zean bersama alat hisap zat berbahaya itu kini menyebar luas. Gambar yang seharusnya hanya ia, Zean, dan Calvin yang tahu kini sudah menjadi konsumsi publik. Chika tau betul siapa pelakunya walau nomor penyebar awal adalah nomor yang tidak dikenal. Calvin alias papinya sendiri, sudah pasti adalah dalangnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cegil Zean
Romansa"Istighfar, Yessica!!!" ~Zean~ "Milyar-milyar juta-juta ratus-ratus sekian kemungkinan lelaki di dunia, aku cuma mau pak Zean" ~Chika~
