Ps. Maap banget updatenya kelamaan guys! Happy reading! Makasih buat vommentnya
Love you 😙😊 hahahaAda banyak macam rasa suka di dunia ini, namun yang terasa lebih menyedihkan adalah mereka yang harus menyukai dan tahu tidak akan mampu memilikinya..
_______________________________
Wanita itu melirik handphonenya berkali-kali.
Tidak ada yang berubah. Handphonenya tetap tergeletak di tempat yang sama dalam posisi yang sama pula.
Tidak tahu harus berbuat apa, wanita tersebut menumpukan dahinya di atas meja kerja, memejamkan mata sementara kejadian seminggu lebih yang lalu kembali terlintas.
Usai berbicara empat mata dengan Leona, ia turun dan tepat pada tangga terbawah Rena berdiri menatapnya aneh. Tidak menyenangkan. Ia hanya tersenyum lalu serta merta menanyakan keberadaan Rianna. Alih-alih menjawab pertanyaannya, Rena malah mengajak ia dengan Leona makan malam.
Dengan sedikit tidak sabaran, ia kembali menanyakan keberadaan Rianna dan dengan santainya Rena menjawab bahwa gadis itu telah pulang lebih awal karena urusan mendadak.
Mungkin hanya perasaannya tapi Rena seolah-olah bersikap dingin terhadapnya. Wanita yang suka membicarakan apa saja tersebut berubah lebih kalem. Rasa penasarannya tak mampu ia tahan lagi namun barulah ketika Leona pamit untuk pulang, semuanya terjawab.
Kalimat pertama yang segera ia dengar dari Rena adalah "Lebih baik gak usah dekatin Rianna lagi deh, Rial."
Arial. Ia mengerutkan kening. Ia yang tak tahu apa yang sedang terjadi saat itu hanya mampu tersenyum. Menyangka Rena sedang bercanda atau berusaha mengatakan sesuatu.
"Kenapa? Lo juga suka?"
Rena berbalik tanpa menjawab. Tapi lalu, "Gimana rasanya kalo liat orang yang kita suka ciuman ama orang lain, Rial?"
Arial terdiam. Seolah tersentak sesuatu. Saat itu ia baru menyadari apa yang telah terjadi.
Hingga detik ini, tidak ada hal lain yang mampu membuatnya lebih sering berkutat dengan handphonenya kecuali karena dia. Seorang gadis bernama Rianna.
Tiba-tiba handphone berdering. Ia mendongak secepat kilat memastikan orang yang ditunggunyalah yang menghubungi atau membalas pesannya. Tapi hatinya mencelos ketika tahu bahwa yang masuk adalah pesan dari operator.
Dipandanginya suasana hiruk pikuk cafe melalui ruangannya.
Ada seorang gadis yang tengah duduk di kursi spesial baginya. Kursi yang mempertemukan dirinya dengan Rianna. Tapi sayang, bukan gadisnya yang kini menempati tempat tersebut.
Arial tersenyum getir.
^^^^^^
Rianna Pov
"Na?"
Aku berdeham berkali-kali. Malas mendengar panggilan Chaca sejak tadi. Seandainya handphoneku tidak berdering lagi maka mulut Chaca pun tidak akan secerewet ini.
"Naaa?!"
"Apa?" kataku datar sambil merapikan tugas laporan yang baru saja kuprint.
"Hape lo, angkat napa."
"Salah sambung."
"Masa? Sini gue yang jawab."
"Gak usah, lo nyesel kalo ladenin dia. Orangnya sokab. Ngeselin."
"Ya udah kalo gitu."
Usai merapikan laporan, aku duduk di tepi tempat tidur kamar Chaca. Sahabatku tersebut berbaring membelakangiku, mengenakan satu headset dan bermain game di handphonenya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Heart. Me
RomanceAku bukan orang yang spesial, Namun ia membuatku merasa seolah aku orang yang spesial itu. Aku bukan orang yang begitu mengerti sebuah kisah cinta, Namun entah bagaimana dan sejak kapan tepatnya ia membuatku merasa seolah aku mengerti kisah cinta i...