(Ongoing)

4.1K 159 3
                                    

Petang menjadi temannya
Kadang sembilu luka awan berarak menghampirinya
Atau siulan menyindir burung yang lewat
Juga tangis langit yang pecah
Karena ditinggal kekasihnya

Ia, si Lembayung
Tertunduk memandangi bumi
Berharap, sekali lagi ada sepasang mata menatap
Mengadukan pilu padanya
Tentang rasa yang masih terbungkam

Ia, si Lembayung
Lagi,
Tersenyum pahit menyambut perpisahan
Kala matahari mencibir lalu pergi tanpa kata

Mengapa waktu selalu membatasi?
Mengapa detik berlari terburu-buru?

Sebelum matanya terpejam,
Lembayung kusyuk mendekap doa
Tentang...esok sepasang mata sudi menatapnya

-Msious

Ps. Next chapt menyusul, sorry lama update author lg sibuk kuliah soalnya -,-

Heart. MeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang