#Sixth

7.7K 435 3
                                    

"Cepetan!" Seru Rianna kurang sabar sambil menarik tangan Dela sementara yang lainnya mengikuti menuju cafe tempat event di brosur yang mereka lihat dua hari yang lalu.

"Jangan cepet-cepet. Lagian eventnya belum mulai juga, Na."

"Iya belum mulai tapi nyari tempatnya yang ribet."

Kelima gadis itupun memasuki cafe yang ternyata sudah lumayan ramai. Rianna celingukan ke kiri dan kanan mencari tempat yang pas untuk mereka dapat melihat dengan mudah penyanyi yang akan tampil nanti. Usai menemukan tempat yang lumayan baik mereka pun segera menguasainya.

"Untung kitanya cepetan masuk." Ucap Ika kemudian.

"Apa gue bilang." Rianna menatap Ika dengan bangga. "Tiga puluh menit lagi acara mulai. Gak sabar!"

"Suka banget ya lo musik?" Nutfah bertanya karena melihat keantusiasan Rianna dan matanya yang berbinar senang.

"Banget. Kenapa?"

"Gak. Kalo gitu hadiah ulang tahun lo minggu depan, gue beliin cd."

"Yah, kok dibilangin sih, gak sureprise lagi dong." kata Rianna kecewa. "Cd apaan nih? Cd..maksudnya underwear?"

Nutfah tertawa pelan. "Iya."

Rianna membuang muka dengan sedikit kesal lalu memandang panggung yang telah ditata sedemikian rupa untuk penampilan para penyanyi nanti. Di atas panggung tersebut ada dua orang yang tengah memperbincangkan sesuatu. Yang satu tidak ia ketahui sementara yang satunya lagi tidak asing baginya. Yah, dialah Arial. Wanita yang mengingatkannya pada seorang model internasional cantik. Malam ini wanita itu juga tidak kalah cantiknya. Rambutnya yang messy ia kuncir satu dan tubuhnya yang tinggi semampai dibalut dengan kaos hitam polos dan jeans yang ujungnya dilipat. Sepatu kets coklat yang ia gunakan pun menyiratkan kemaskuliannya meski kecantikannya tetap terlihat.

Entah kenapa Rianna merasa wanita itu selalu terlihat menarik. Mungkin saja karena wajahnya yang memang sudah cantik ditambah tubuh semampainya itu.

"Hei, liat apaan lo?"

Rianna tersentak oleh sebuah suara tepat di telinganya. Saat ia menoleh, didapatinya Chaca sedang menatap ke arah matanya menatap tadi.

Salah tingkah Rianna menjawab. "Oh, gue..lagi liat panggungnya. Keren, ya?"

Chaca hanya mengangkat alisnya sebagai respon. Setelah sahabatnya tersebut kembali sibuk dengan perbincangan bersama yang lainnya, Rianna kembali melirik Arial dan diluar dugaannya wanita itu ternyata sedang menatap ke arahnya juga. Membuat Rianna cepat-cepat mengalihkan tatapannya.

Bodo! Emang kenapa lo ngalihin tatapan lo! Pekik Rianna dalam hati.

Menjelang beberapa menit event dimulai, Rianna merasa gelisah di tempatnya. Ia tidak tahu kenapa. Tapi setahunya, sejak tadi ujung matanya menangkap sosok Arial yang sepertinya memandang padanya dan ia menjadi tidak tenang.

Rianna lo kenapa?!! Pekik Rianna dalam hati.

"Guys, gue mau ke belakang bentar." Rianna memutuskan untuk menghindari prasangkanya.

Ia harus lewat sebuah jalan yang juga berpapasan dengan taman indah tepat di sebelah cafe untuk sampai ke WC. Sedikit terkejut, ternyata di taman itu dipenuhi banyak orang. Hanya saja gayanya terlihat beda dari orang yang berada di dalam cafe.

Nih pasti kenalannya yang punya cafe. Pikir Rianna

"Ngapain di sini?"

Rianna menoleh ke asal suara dan terkejut bukan main. Orang yang dihindarinya barusan kini telah hadir di hadapannya.

Heart. MeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang